Jakarta, HarianJabar.com – Kepolisian Indonesia bersama aparat Sri Lanka berhasil menangkap lima buronan kelas kakap asal Sri Lanka, termasuk tokoh paling dicari, Mandinu Padmasiri alias Kehelbaddara Padme. Penangkapan ini dilakukan di sebuah apartemen di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jejak kriminal mereka mencakup perdagangan narkoba skala besar hingga kasus pembunuhan, membuat penangkapan ini menjadi salah satu operasi penyidikan internasional paling mencolok tahun ini.

Fakta‐Fakta Penangkapan
- Identitas & Status DPO
– Mandinu Padmasiri alias Kehelbaddara Padme dikenal sebagai buronan nomor satu di Sri Lanka.
– Selain Padme, empat nama lain turut diburu dan ditangkap: Commando Salintha, Backhoe Saman, Thembili Lahiru, dan Kudu Nilantha. Semua terjerat kasus narkoba dan pembunuhan. - Lokasi dan Cara Penangkapan
– Penangkapan dilakukan di sebuah apartemen di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
– Operasi merupakan kerja sama antara Polri, kepolisian Sri Lanka, dan Interpol.
– Setelah penangkapan, para pelaku langsung diserahkan ke pihak kepolisian Sri Lanka melalui Bandara Internasional Bandaranaike, Katunayake, untuk proses hukum. - Catatan Kejahatan
– Terlibat dalam peredaran narkoba dalam jumlah besar.
– Terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan, termasuk pembunuhan berencana di Sri Lanka.
– Salah satu korban disebut adalah Ganemulla Sanjeewa, seorang yang tewas dalam aksi kekerasan antar kelompok kriminal. - Respon Pemerintah & Proses Ekstradisi
– Penyerahan ke pihak Sri Lanka dilakukan dengan pengawalan ketat dari Departemen Investigasi Kriminal (Criminal Investigation Department / CID) Sri Lanka.
– Pemerintah Sri Lanka menyebut bahwa penangkapan ini adalah puncak dari operasi intelijen dan kerja sama internasional.
Kenapa Kasus Ini Begitu Mengguncang
- Kerjasama Lintas Negara: Pihak kepolisian Indonesia tidak hanya menjalankan tugas domestik, tapi juga bagian dari upaya global melawan kejahatan lintas batas. Keberhasilan ini memperlihatkan efektivitas Interpol dan kerja sama antar‐negara dalam menangani buronan internasional.
- Jejak Keganasan: Ada unsur kekerasan berat: pembunuhan anak dan dewasa, aktivitas geng kriminal, serta narkoba berbahaya. Ini bukan hanya kasus kriminal biasa—terdapat dampak yang nyata terhadap keamanan masyarakat.
- Isu Keamanan Publik dan Imigrasi: Bagaimana buronan dari luar negeri bisa tinggal relatif bebas di Jakarta menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan imigrasi dan keamanan lokal.
- Dampak Diplomatik: Penanganan ekstradisi dan hukum antara dua negara menjadi sorotan, terutama mengenai keadilan, prosedur, dan jaminan hukum bagi tersangka.
Proses Selanjutnya
- Pelaku akan menjalani persidangan di Sri Lanka dengan tuduhan formal narkoba dan pembunuhan.
- Kepolisian Sri Lanka akan mengumpulkan bukti lebih lanjut, termasuk saksi, dokumentasi, dan bukti keuangan jaringan narkoba.
- Indonesia kemungkinan akan memperkuat pengawasan terhadap buronan asing dan memperbaiki prosedur kerjasama intelijen antar negara.
Tantangan yang Dihadapi
- Verifikasi identitas dan keaslian bukti, terutama untuk pembunuhan dan transaksi narkoba antar negara.
- Potensi unsur penerimaan suap, pelindungan lokal, atau jaringan kriminal yang sudah mapan.
- Ketegangan politik dalam menangani ekstradisi, terutama bila hukum di masing‐masing negara berbeda dalam hukuman maksimum atau prosedur penanganan pidana.
Penangkapan Mandinu Padmasiri dan empat buronan Sri Lanka lainnya di Jakarta Barat merupakan kemenangan besar dalam perang melawan kejahatan transnasional. Dari narkoba hingga pembunuhan brutal, jejak mereka panjang dan mengerikan. Ke depannya, bagaimana proses hukum berjalan dan apakah jaringan di belakang mereka terungkap akan sangat menentukan apakah operasi ini benar‐benar meredam aktivitas kejahatan serupa, atau hanya menghentikan sebagian kecil dari fenomena yang lebih besar.
