Pangandaran, HarianJabar.com– Wilayah pesisir selatan Jawa Barat kembali diguncang gempa bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 3,9 terjadi di Kabupaten Pangandaran pada Minggu (14/9/2025) pagi sekitar pukul 08.42 WIB.

Titik Gempa dan Kedalaman
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada di koordinat 8,15 Lintang Selatan dan 108,45 Bujur Timur, atau sekitar 78 km barat daya Pangandaran. Gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer di bawah permukaan laut.
Meski tergolong gempa dangkal, BMKG memastikan guncangan ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Dampak Guncangan
Sejumlah warga di Pangandaran merasakan guncangan dengan intensitas lemah hingga sedang. Getaran terasa beberapa detik, membuat sebagian warga yang sedang beraktivitas pagi hari keluar rumah untuk berjaga-jaga.
“Awalnya saya kira hanya getaran kendaraan besar lewat. Ternyata beberapa tetangga juga merasakan hal yang sama. Untung gempanya tidak lama,” ujar Dedi (41), warga Desa Pananjung.
Hingga kini, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Wilayah Pesisir Selatan Memang Rawan Gempa
BMKG mengingatkan bahwa wilayah selatan Jawa, termasuk Pangandaran, memang rawan gempa karena berada dekat dengan zona subduksi Samudera Hindia. Pergerakan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia kerap memicu aktivitas seismik.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Prasetyo, menjelaskan bahwa gempa magnitudo kecil hingga sedang di Pangandaran merupakan hal yang umum terjadi.
“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Kami imbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar,” katanya.
Edukasi dan Kewaspadaan
Pemerintah daerah bersama BPBD Pangandaran mengingatkan warga agar tetap waspada dan memahami prosedur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa dengan skala lebih besar. Edukasi mitigasi bencana terus dilakukan terutama di kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan.
