Sukabumi, HarianJabar.com – Suasana liburan di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar setelah ditemukannya sesosok mayat pria tanpa identitas pada Minggu (14/9/2025) pagi. Penemuan ini sontak membuat panik wisatawan yang tengah menikmati liburan di salah satu pantai populer di Sukabumi.

Kronologi Penemuan
Menurut keterangan sejumlah saksi, mayat pertama kali terlihat mengapung di bibir pantai sekitar pukul 09.30 WIB. Beberapa wisatawan yang tengah bermain air melihat tubuh pria tersebut terbawa ombak hingga akhirnya terdampar ke tepi.
“Kami kaget karena awalnya dikira orang pingsan. Tapi setelah didekati ternyata sudah tidak bernyawa. Wisatawan langsung berteriak minta tolong,” ujar Rini (27), salah seorang pengunjung.
Petugas Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) yang berjaga segera mengevakuasi jasad tersebut dengan bantuan nelayan setempat. Tidak lama kemudian, aparat kepolisian dari Polsek Cisolok tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi awal.
Ciri-ciri Korban
Kapolsek Cisolok, AKP Dedi Prasetyo, membenarkan adanya penemuan mayat pria tanpa identitas itu. Ia menyebut korban berusia sekitar 35–45 tahun dengan tinggi badan sekitar 170 cm.
“Korban mengenakan kaos berwarna hitam dan celana jeans biru. Tidak ditemukan kartu identitas maupun barang berharga di tubuh korban,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban. Jasad sudah dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk dilakukan visum.
Dugaan Penyebab
Meski penyebab kematian belum dapat dipastikan, polisi menduga korban merupakan nelayan atau wisatawan yang tenggelam beberapa waktu sebelumnya. Ombak besar khas Pantai Karanghawu diduga menjadi faktor yang menyebabkan korban terseret arus.
“Masih kami dalami apakah korban ini nelayan, wisatawan, atau kemungkinan lain. Kami juga berkoordinasi dengan pihak desa sekitar untuk mengecek laporan orang hilang,” tambah AKP Dedi.
Wisatawan Diimbau Waspada
Penemuan ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan wisatawan. Namun, setelah jasad dievakuasi, aktivitas wisata kembali normal. Pihak Balawista mengingatkan pengunjung untuk lebih berhati-hati saat bermain di area pantai, terutama di titik yang memiliki ombak dan arus kuat.
“Pantai Karanghawu terkenal dengan ombak besar dan arus balik yang kuat. Kami imbau wisatawan jangan berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” ujar Kepala Balawista Sukabumi, Andri Setiawan.
Proses Identifikasi Masih Berlanjut
Polisi berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa segera melapor ke kantor kepolisian terdekat. Identifikasi lebih lanjut juga akan dibantu dengan sidik jari dan data medis apabila diperlukan.
