Cianjur, HarianJabar.com – Suasana mencekam terjadi di sebuah warung kopi di Kabupaten Cianjur pada Sabtu (14/9/2025). Seorang pria bernama Faizal (28) tewas secara tragis setelah diserang oleh empat orang tidak dikenal. Peristiwa yang berawal dari niat sederhana membeli kopi itu berujung petaka hingga merenggut nyawa.

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, Faizal datang ke sebuah warung kopi pinggir jalan sekitar pukul 22.00 WIB. Tak lama kemudian, empat orang mendatanginya. Perdebatan singkat sempat terjadi, sebelum akhirnya para pelaku melakukan penganiayaan brutal terhadap Faizal.
“Korban sempat berteriak minta tolong, tapi para pelaku langsung memukul dan menikamnya. Kami semua ketakutan,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebut namanya.
Setelah memastikan korban tak berdaya, para pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi.
Upaya Pertolongan Gagal
Warga yang menyaksikan kejadian itu segera membawa Faizal ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang dialaminya. Jenazah kini disemayamkan di rumah duka, disambut isak tangis keluarga dan kerabat.
“Korban mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh, yang menyebabkan pendarahan hebat,” ungkap pihak medis RSUD Cianjur.
Polisi Buru Empat Pelaku
Polres Cianjur bergerak cepat dengan menggelar olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Identitas para pelaku sudah mulai terdeteksi dari rekaman CCTV dan keterangan warga.
“Kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan tengah melakukan pengejaran. Keempatnya akan dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” ujar Kapolres Cianjur.
Dugaan Motif
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut. Diduga, peristiwa ini berkaitan dengan masalah pribadi atau dendam lama antara korban dan salah satu pelaku. Namun, penyidik belum merinci lebih jauh hingga proses pemeriksaan selesai.
Duka Mendalam Keluarga
Keluarga korban tidak menyangka Faizal akan pergi dengan cara tragis. Sehari-hari, ia dikenal sebagai sosok ramah yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi istri dan anaknya yang masih kecil.
“Dia hanya pergi beli kopi. Siapa sangka malah jadi ajalnya. Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata kakak korban dengan penuh emosi.
Peringatan bagi Masyarakat
Kasus ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di ruang publik. Aparat mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, serta segera melapor ke polisi jika melihat tanda-tanda keributan yang berpotensi berujung fatal.
