Tokyo, HarianJabar.com – Pemerintah Jepang menyatakan hingga saat ini belum akan mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Keputusan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya dukungan internasional terhadap pengakuan Palestina, khususnya menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya mengatakan, pemerintah masih melakukan penilaian menyeluruh sebelum mengambil keputusan resmi.

“Kami akan mempertimbangkan waktu dan cara yang tepat untuk mengambil langkah tersebut,” kata Iwaya dalam pernyataan pers, Selasa (16/9).
Tekanan Amerika Serikat
Sejumlah laporan media lokal menyebut, Jepang mendapat tekanan diplomatik dari Amerika Serikat agar tidak mengikuti langkah negara-negara Eropa yang telah mengakui Palestina. Tekanan itu disebut sebagai bentuk upaya Washington menjaga stabilitas hubungannya dengan Israel.
Meski demikian, pemerintah Jepang tidak mengonfirmasi secara langsung adanya tekanan tersebut. Tokyo hanya menekankan bahwa keputusan pengakuan negara harus memperhatikan situasi politik dan keamanan di Timur Tengah.
Posisi Jepang
Selama ini Jepang mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar dari konflik Israel–Palestina. Jepang juga konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui badan-badan PBB untuk rakyat Palestina, termasuk di Gaza yang dilanda krisis pangan dan konflik berkepanjangan.
Di sisi lain, Jepang juga menjaga aliansi strategisnya dengan Amerika Serikat, sekutu utama di bidang keamanan dan ekonomi. Hal inilah yang membuat keputusan terkait pengakuan Palestina menjadi sensitif bagi pemerintah di Tokyo.
Tekanan Domestik dan Internasional
Desakan agar Jepang segera mengakui Palestina datang dari dalam negeri. Sejumlah anggota parlemen lintas partai menyerahkan petisi berisi lebih dari 200 tanda tangan kepada pemerintah. Mereka menilai pengakuan negara Palestina akan memperkuat komitmen Jepang terhadap perdamaian internasional.
Sementara itu, beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada, menyatakan siap mengakui Palestina. Langkah ini menambah tekanan moral dan diplomatik terhadap Jepang untuk menentukan sikap.
Dampak Keputusan
Keputusan Jepang untuk menunda pengakuan diperkirakan akan menjaga hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel tetap stabil. Namun, di sisi lain, langkah tersebut juga dapat memunculkan kritik dari pihak yang menilai Tokyo belum berani mengambil sikap tegas dalam isu kemanusiaan global.
Hingga kini, Jepang masih berhati-hati dalam menentukan sikap terkait pengakuan negara Palestina. Di satu sisi, Tokyo menekankan pentingnya solusi dua negara dan bantuan kemanusiaan. Namun di sisi lain, kepentingan hubungan strategis dengan Amerika Serikat membuat keputusan tersebut ditunda.
