Jakarta, HarianJabar.com – Banyak orang tua masih mengaitkan penyakit kulit seperti eksim dan dermatitis atopik dengan makanan tertentu. Padahal, dokter spesialis kulit menegaskan bahwa kedua penyakit tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh makanan, melainkan lebih dominan karena faktor genetik dan gangguan sistem imun.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Cipto Mangunkusumo, dr. Rani Kartika, Sp.KK(K), mengatakan bahwa eksim (dermatitis) dan dermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kulit kronis yang umumnya muncul sejak anak-anak. Gejala utamanya meliputi kulit kering, gatal, kemerahan, dan kadang disertai luka akibat garukan.

“Sering sekali orang tua menyalahkan makanan seperti telur, seafood, atau susu sebagai penyebab eksim. Faktanya, makanan bukanlah penyebab utama. Penyakit ini lebih berkaitan dengan faktor bawaan genetik dan sistem imun yang terlalu aktif merespons hal-hal sepele,” jelas dr. Rani dalam seminar kesehatan di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa makanan tertentu dapat memperburuk gejala pada sebagian penderita. Namun hal itu bersifat individual dan tidak bisa digeneralisasi.
“Kalau ada pasien yang memang kambuh setelah makan makanan tertentu, barulah kita sarankan untuk menghindarinya. Tetapi tidak semua penderita eksim punya pantangan yang sama,” tambahnya.
Faktor lingkungan seperti polusi udara, suhu ekstrem, stres, hingga penggunaan sabun yang keras lebih sering memicu kambuhnya eksim ketimbang makanan. Oleh karena itu, perawatan kulit menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyakit ini.
dr. Rani menyarankan beberapa langkah penting untuk penderita eksim dan dermatitis atopik:
- Gunakan pelembap kulit secara rutin untuk mencegah kulit kering.
- Hindari sabun dengan deterjen keras atau produk yang mengandung pewangi berlebihan.
- Kurangi stres karena dapat memperburuk kondisi kulit.
- Konsultasi dengan dokter jika gejala semakin parah, agar mendapatkan obat yang tepat.
Dermatitis atopik sendiri termasuk penyakit kronis yang bisa kambuh berulang. Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini dapat dikendalikan dengan perawatan jangka panjang.
“Pesan pentingnya, jangan langsung menyalahkan makanan. Orang tua harus paham bahwa eksim dan dermatitis atopik adalah kondisi medis yang kompleks. Penanganannya harus komprehensif, bukan sekadar menghindari makanan tertentu,” pungkas dr. Rani.

