Cianjur, HarianJabar.com – Dua nelayan asal Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ditemukan tewas setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat dihantam ombak besar, Kamis (18/9/2025). Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan laut yang kerap terjadi di perairan selatan Jawa.
Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, menjelaskan bahwa kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu malam setelah tidak kembali dari melaut. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, dan nelayan setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Pagi tadi, korban pertama ditemukan sekitar 2 mil dari bibir pantai dalam kondisi meninggal dunia. Beberapa jam kemudian, korban kedua juga ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama,” kata Jumaril.
Ombak Tinggi dan Mesin Mati
Berdasarkan keterangan saksi, kapal yang ditumpangi korban sempat mengalami kerusakan mesin ketika berada di tengah laut. Kondisi itu diperparah dengan gelombang tinggi yang menghantam hingga membuat perahu terbalik.
“Mesin perahu mati, lalu ombak besar datang berturut-turut. Korban tidak sempat menyelamatkan diri,” ujar Asep, salah seorang nelayan setempat.
Keluarga Histeris Sambut Jenazah
Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Cidamar, tempat kedua korban tinggal. Keluarga yang menunggu kepulangan mereka sejak semalam tak kuasa menahan tangis ketika jenazah dibawa ke rumah masing-masing.
“Semoga almarhum husnul khatimah. Kami minta pemerintah lebih memperhatikan keselamatan nelayan kecil, termasuk peringatan dini ombak besar,” kata Rahmat, kerabat korban.
Imbauan Aparat
Polisi bersama pemerintah daerah mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. BMKG juga mencatat gelombang tinggi 2–4 meter masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa dalam beberapa hari ke depan.
“Kami sarankan nelayan menunda melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Keselamatan jauh lebih penting,” tegas Kapolsek Cidaun, Iptu Dadan.
