Cikarang, HarianJabar.com – Kondisi korban perundungan yang terjadi di salah satu SMKN di Cikarang menunjukkan perkembangan positif. Siswa yang sebelumnya mengalami trauma fisik dan psikologis kini dilaporkan kian membaik setelah mendapatkan perawatan dan pendampingan dari pihak sekolah dan keluarga.
Kepala sekolah menyatakan, dukungan psikologis dan perhatian dari orang tua serta guru sangat membantu pemulihan korban.
Tindakan Sekolah
Sekolah telah mengambil langkah tegas, antara lain:
- Memberikan konseling rutin bagi korban dan teman-temannya
- Melakukan pendampingan psikologis untuk mencegah trauma jangka panjang
- Menindak tegas pelaku perundungan sesuai aturan sekolah dan perundang-undangan
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” ujar Kepala SMKN terkait.

Peran Orang Tua dan Komunitas
Orang tua diimbau untuk lebih aktif memantau kondisi anak-anaknya, terutama jika terjadi indikasi bullying di sekolah. Komunitas juga didorong untuk meningkatkan kesadaran akan dampak perundungan agar kasus serupa tidak terulang.
Pesan Penting
Kasus perundungan menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan anak. Sekolah berharap korban dapat kembali bersekolah dengan percaya diri dan nyaman.
