Sukabumi, HarianJabar.com – Saodah, seorang mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW), menjalani penderitaan 16 tahun disiksa oleh majikannya di luar negeri. Kini, setelah kembali ke tanah air, kondisinya memprihatinkan dan memerlukan kursi roda untuk bergerak.
Kisahnya mencuat setelah keluarga dan aktivis pekerja migran membagikan kondisi Saodah kepada publik, menyoroti perlunya perlindungan lebih kuat bagi TKW.
Dampak Kekerasan
Akibat perlakuan kasar selama bertahun-tahun:
- Saodah mengalami lumpuh sebagian dan kesulitan bergerak
- Mengalami trauma psikologis yang mendalam
- Memerlukan perawatan medis jangka panjang
Aktivis menekankan bahwa kasus Saodah menunjukkan rentannya perlindungan TKW di luar negeri, khususnya terhadap kekerasan fisik dan mental.

Upaya Bantuan
Saat ini, beberapa lembaga sosial dan pemerintah daerah sedang berupaya:
- Menyediakan kursi roda dan fasilitas kesehatan
- Memberikan pendampingan psikologis untuk memulihkan mental Saodah
- Mengadvokasi perlindungan hukum dan hak-hak pekerja migran
Pesan bagi Publik
Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang risiko yang dihadapi TKW. Aktivis meminta masyarakat dan pemerintah untuk:
- Lebih memperhatikan hak dan keselamatan TKW
- Mendorong regulasi yang ketat bagi agen tenaga kerja luar negeri
- Menyediakan dukungan sosial dan medis bagi korban
“Saodah butuh perhatian kita semua, bukan hanya solidaritas tapi juga tindakan nyata untuk perlindungan TKW lain,” ujar salah seorang aktivis pekerja migran.
