Bogor, HarianJabar.com — Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat pembangunan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari target total 570 dapur MBG, sejauh ini sekitar 230 dapur telah beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.
Target dan tahap pelaksanaan
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut bahwa pembangunan dapur MBG menjadi salah satu prioritas untuk mendukung pemenuhan gizi siswa dan masyarakat di Kabupaten Bogor. Dari 238 titik yang tengah disiapkan, lebih dari 100 telah beroperasi, dan sekitar 90 titik lainnya sedang diverifikasi untuk memenuhi standar operasional.
Selain itu, Pemkab Bogor sedang menyiapkan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup agar setiap dapur berstandar kebersihan dan keamanan pangan.
Tantangan dan perhatian
Beberapa hal krusial menjadi perhatian dalam percepatan pembangunan ini:
- Verifikasi dan kelayakan operasional
Titik-titik dapur yang belum aktif akan diverifikasi agar siap beroperasi sesuai standar yang ditetapkan. Pengelolaan limbah dan lingkungan
Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya sistem pengelolaan sampah dan limbah dapur agar tidak menimbulkan dampak lingkungan negatif. - Kualitas dan keamanan pangan
Sertifikasi SLHS dan pengawasan mutu menjadi aspek penting agar makanan yang disajikan aman dikonsumsi. - Keterbatasan sumber daya dan sinergi lintas sektor
Untuk mempercepat pembangunan, Pemkab Bogor menggandeng pihak keamanan (Polres, Kodim), swasta, serta masyarakat lokal untuk mendukung pembangunan dan operasional dapur MBG.

Implikasi dan harapan
Program 570 dapur MBG diharapkan bisa memperluas akses makanan bergizi bagi siswa dan masyarakat yang membutuhkan, serta mendorong perputaran ekonomi lokal melalui penyediaan bahan baku dari lingkungan sekitar setiap dapur.
Meski progres sudah nampak signifikan (230 dapur aktif), realisasinya masih akan diuji dari sisi kualitas, ketepatan waktu, dan kesinambungan operasional. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana Kabupaten Bogor bisa menjadi model bagi daerah lain dalam pelaksanaan MBG.
