Bandung, HarianJabar.com – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali mendapat suntikan dana dari APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 150 miliar yang akan dikucurkan secara bertahap hingga tahun 2026.
Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung operasional dan pengembangan infrastruktur pendukung bandara, termasuk aksesibilitas transportasi, layanan penumpang, dan promosi rute penerbangan.
Menurut keterangan pejabat Pemprov Jabar, bantuan dana ini bertujuan memperkuat peran Kertajati sebagai gerbang udara utama Jawa Barat setelah Bandara Husein Sastranegara di Bandung berhenti melayani penerbangan komersial besar.

“Kertajati butuh waktu untuk tumbuh. Dukungan APBD adalah bentuk komitmen kita agar bandara ini tidak stagnan,” ujar seorang pejabat Dinas Perhubungan Jabar.
Meski begitu, pengucuran dana APBD ke bandara ini menuai pro dan kontra. Beberapa kalangan DPRD mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran, mengingat masih rendahnya volume penumpang dan frekuensi penerbangan di Kertajati.
Pemprov Jabar menyatakan akan mengawasi ketat penggunaan anggaran, serta mengupayakan kerja sama dengan maskapai dan operator logistik untuk meningkatkan trafik penumpang dan kargo.
BIJB Kertajati sendiri sebelumnya dibangun dengan harapan menjadi bandara internasional yang mampu menyaingi Soekarno-Hatta, namun perkembangannya berjalan lambat sejak diresmikan pada 2018.
