Bogor, HarianJabar.com – Sebuah video menampilkan aksi terpuji seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor yang menolak suap dari pengendara mobil mewah viral di media sosial. Momen tersebut terekam melalui body cam dan diunggah oleh akun resmi @divisihumaspolri di Instagram, Minggu (9/11/2025).
Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu, anggota Satlantas bernama Aiptu Dulyani terlihat tengah melakukan patroli rutin di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Ia menghentikan sebuah mobil berwarna hitam yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas. Setelah meminta pengendara menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK), Aiptu Dulyani memberikan teguran sesuai prosedur.
Namun, saat proses pemeriksaan berlangsung, pengendara tersebut mencoba menyelipkan sejumlah uang ke dalam dokumen yang diserahkan. Aiptu Dulyani dengan tegas menolak pemberian tersebut dan mengingatkan pengendara agar tidak mencoba menyuap petugas kepolisian.
“Maaf, Pak. Kami tidak bisa menerima uang. Silakan ikuti prosedur yang berlaku,” ujar Aiptu Dulyani dalam video tersebut.

Sikap profesional dan integritas tinggi yang ditunjukkan oleh Aiptu Dulyani pun menuai banyak pujian dari warganet. Unggahan tersebut mendapat ribuan komentar positif yang mengapresiasi ketegasan polisi tersebut dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
“Salut untuk Aiptu Dulyani! Polisi seperti inilah yang kami harapkan,” tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar.
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP R. Andika Pratama, menyampaikan apresiasinya kepada Aiptu Dulyani. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di jalan raya.
“Kami sangat bangga. Ini contoh nyata pelaksanaan nilai-nilai Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang diusung Polri,” ujar AKP Andika.
Pihak kepolisian berharap, kejadian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri agar tetap menjaga integritas dan menolak segala bentuk gratifikasi saat bertugas.
“Kami akan terus memperkuat pengawasan melalui penggunaan body cam dan e-tilang agar transparansi dalam penegakan hukum semakin meningkat,” tambahnya.
