Ciamis, HarianJabar.com – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pejuang yang rela berkorban demi kemerdekaan. Namun, di era modern seperti sekarang, makna kepahlawanan telah berevolusi. Menjadi pahlawan tidak selalu berarti mengangkat senjata, tetapi juga bisa diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Sosok Tatang Hidayat, seorang sanitarian di Puskesmas Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi contoh nyata semangat kepahlawanan masa kini. Dengan keahlian dan kepeduliannya terhadap lingkungan, Tatang berhasil menemukan inovasi yang mampu mengubah limbah tahu menjadi pupuk organik cair (POC) bernilai ekonomi tinggi.
Selama ini, limbah cair dari industri tahu sering menjadi sumber pencemaran di beberapa wilayah karena baunya yang menyengat dan potensi mencemari aliran air. Melihat kondisi tersebut, Tatang berinisiatif melakukan berbagai percobaan untuk mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. Melalui proses fermentasi dan pengolahan sederhana, ia berhasil menghasilkan pupuk organik cair yang kaya unsur hara dan aman bagi tanaman.

“Awalnya saya prihatin melihat limbah tahu yang hanya dibuang begitu saja dan menimbulkan bau tidak sedap. Dari situ saya berpikir, pasti ada cara agar limbah ini bisa dimanfaatkan,” ujar Tatang.
Hasil inovasi Tatang kini tidak hanya membantu mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Para petani di sekitar wilayah Cipaku mulai menggunakan pupuk cair hasil olahannya, karena terbukti mampu menyuburkan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya semakin mahal.
Lebih dari itu, program ini juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Dengan bimbingan dari Tatang dan Puskesmas Cipaku, warga diajak untuk bersama-sama mengolah limbah tahu menjadi produk yang bernilai jual. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi kesehatan lingkungan dan pengelolaan limbah terpadu.
Inovasi Tatang menjadi bukti bahwa semangat kepahlawanan bisa lahir dari tindakan sederhana, asal dilakukan dengan niat tulus dan memberi manfaat bagi banyak orang. Ia menjadi inspirasi bahwa setiap orang memiliki potensi menjadi “pahlawan” di bidangnya masing-masing.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kalau lingkungan sehat, masyarakat juga ikut sehat,” tambah Tatang.
Dengan dedikasi dan kepeduliannya, Tatang Hidayat layak disebut pahlawan masa kini — bukan karena berperang di medan laga, tetapi karena berjuang menjaga bumi tetap lestari dan masyarakat tetap sejahtera.
