Bekasi, HarianJabar.com – Seorang pelajar laki-laki berinisial MP (17) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang di kawasan Perumahan Bojong Menteng, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (19/11) malam. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh persoalan kecemburuan akibat interaksi di media sosial, yang berujung pada kekerasan terhadap korban.
Berawal dari Pergi Membeli Umpan Ikan
Ibu korban, Janih, menuturkan bahwa MP berpamitan keluar rumah sekitar pukul 16.00 WIB untuk membeli umpan ikan. Namun hingga dua jam berselang, MP tak kunjung pulang. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi sehingga keluarga mulai khawatir akan keselamatannya.
Janih mengaku semakin cemas ketika mengetahui bahwa MP ternyata terlibat dalam sebuah pertemuan dengan sekelompok remaja yang belakangan diduga menjadi pelaku pengeroyokan.

Korban Diduga Dijebak Melalui Media Sosial
Informasi yang diterima keluarga menyebutkan bahwa para pelaku merasa tersinggung dan cemburu karena adanya komunikasi MP dengan seorang remaja perempuan melalui media sosial. Persoalan ringan ini kemudian melebar dan memicu pertemuan yang berakhir dengan tindak kekerasan.
MP disebut sempat dipaksa datang ke lokasi perumahan oleh para pelaku, sebelum kemudian dikeroyok hingga mengalami luka dan trauma.
Keluarga Minta Polisi Bertindak
Hingga kini, keluarga MP masih menunggu hasil pemeriksaan medis sekaligus berencana membuat laporan resmi ke kepolisian. Mereka berharap para pelaku segera diamankan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Anak saya tidak pulang-pulang, HP tidak aktif. Kami sangat khawatir. Ternyata dia jadi korban,” ujar Janih dengan nada sedih.
Polisi Telusuri Identitas Pelaku
Unit Reskrim Polsek Bekasi Timur disebut telah menerima laporan awal dari warga dan mulai menelusuri dugaan keterlibatan empat remaja dalam insiden tersebut. Rekaman CCTV di sekitar kompleks dan jejak komunikasi digital korban turut dikumpulkan untuk mempercepat proses penyelidikan.
