Cianjur, HarianJabar.com – Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang berhasil mengungkap temuan penting terkait usia situs yang diperkirakan dibangun pada 6.000 sebelum Masehi (SM). Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa Gunung Padang berusia jauh lebih tua dibandingkan Piramida Giza di Mesir, yang diperkirakan berdiri sekitar 2.500 SM.
Peneliti Temukan Sampel yang Menunjukkan Usia Ribuan Tahun
Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar, menjelaskan bahwa penelitian berlangsung selama tiga bulan dengan melakukan ekskavasi pada sejumlah titik. Berbagai sampel kemudian dianalisis, termasuk uji penanggalan karbon (carbon dating) untuk mengukur usia material organik yang ditemukan di kedalaman situs.
“Dalam tiga bulan penelitian, kami mengambil sampel dari beragam titik ekskavasi. Salah satu sampel yang diuji adalah material dengan kandungan karbon yang mampu memberikan informasi usia struktur,” ujarnya.
Menurut Ali, hasil uji karbon menunjukkan bahwa lapisan dasar struktur memiliki usia yang sangat tua, mengindikasikan bahwa pembangunan awal situs dimulai sekitar 6.000 SM. Hal ini menjadikan Gunung Padang sebagai salah satu situs megalitikum tertua di dunia.

Lebih Tua dari Piramida Giza dan Struktur Megalit Dunia
Jika hasil penanggalan ini dikonfirmasi lebih lanjut, maka Gunung Padang tidak hanya melampaui usia Piramida Giza, tetapi juga sejumlah situs kuno lainnya seperti Stonehenge di Inggris dan Göbekli Tepe di Turki.
Tim peneliti menilai bahwa teknologi pembangunan yang ditemukan pada lapisan-lapisan Gunung Padang menunjukkan adanya kemampuan rekayasa megalitikum yang maju pada masa tersebut.
Riset Berlanjut untuk Mengungkap Lapisan Lebih Dalam
Meski temuan ini telah membuka perspektif baru soal sejarah peradaban Nusantara, tim peneliti menegaskan bahwa penelitian belum selesai. Ekskavasi lanjutan direncanakan untuk mengungkap lapisan yang lebih dalam serta memastikan apakah terdapat struktur tambahan di bawah permukaan.
“Masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Setiap lapisan yang kami buka memberikan petunjuk baru soal teknologi pembangunan dan aktivitas manusia pada masa prasejarah,” kata Ali.
Harapan untuk Penelitian Arkeologi Nasional
Penemuan usia Gunung Padang diharapkan menjadi momentum bagi dunia arkeologi Indonesia untuk semakin mengembangkan riset terhadap situs-situs prasejarah. Selain memperkaya literatur sejarah global, temuan ini juga berpotensi menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban kuno dunia.
