Cirebon, HarianJabar.com – Pemerintah Kabupaten Cirebon mengakui bahwa realisasi investasi 2025 belum sepenuhnya mencapai target. Hingga November 2025, angka pencapaian baru mencapai 79 persen dari target Rp3,2 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai, mengatakan, “Sisa target tinggal Rp1,2 triliun. Waktunya memang mepet, tetapi kami optimis target yang belum tercapai tahun ini bisa ter-cover dengan baik pada tahun depan.”
Strategi Pemerintah Kabupaten Cirebon Dorong Investasi
Untuk mempercepat realisasi, DPMPTSP Kabupaten Cirebon terus mempermudah proses perizinan dan memberikan berbagai fasilitas bagi investor. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat investasi di Cirebon, khususnya dari sektor industri dan properti.
“Kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi daerah bisa optimal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Hilmy.

Dampak Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Pencapaian investasi yang optimal tidak hanya berdampak pada angka ekonomi Kabupaten Cirebon, tetapi juga mendukung penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah menargetkan agar sisa investasi Rp1,2 triliun yang belum terealisasi dapat terserap secara maksimal pada akhir tahun dan awal 2026.
Optimisme Pemerintah Jelang Akhir Tahun
Meskipun target investasi tahun ini belum sepenuhnya tercapai, Pemerintah Kabupaten Cirebon tetap optimistis. Dengan strategi percepatan investasi, diharapkan realisasi investasi akan mendekati target sebelum tahun 2025 berakhir, sekaligus memperkuat ekonomi lokal Cirebon dan meningkatkan kepercayaan investor di Jawa Barat.
