Jakarta, HarianJabar.com – Laporan terbaru dari Pusat Perlindungan Jurnalis Palestina mengungkap dugaan kekejian yang dilakukan oleh petugas sipir di pusat penahanan Sde Teiman, Israel, menargetkan seorang jurnalis bernama samaran ‘Yahya’ dan tujuh tahanan Palestina lainnya. Insiden ini termasuk pemerkosaan dan penyiksaan, yang diduga melibatkan penggunaan anjing terlatih.

Menurut kesaksian ‘Yahya’, serangan berlangsung sekitar tiga menit, namun menimbulkan trauma psikis dan mental parah. Dokter dan aktivis HAM menegaskan korban menunjukkan gejala gangguan stres akut dan PTSD. ‘Yahya’ menekankan bahwa tindakan ini bukan insiden terpisah, tetapi bagian dari praktik penyiksaan sistematis yang bertujuan menghancurkan tahanan secara fisik dan psikis.
Kasus ini memicu desakan agar lembaga internasional segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM ini, memastikan perlindungan bagi tahanan, serta menghentikan segala bentuk penyiksaan dan perlakuan kejam yang melanggar konvensi internasional.
