Bekasi, HarianJabar.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh memantik solidaritas dari para pelaku seni. Dompet Dhuafa bekerja sama dengan M Bloc Space dan musisi Bang Is (Is Pusakata) menggelar konser amal bertajuk “Bersama Untuk Sumatra” di M Bloc Live House.
Acara ini menjadi wadah bagi musisi dan seniman untuk menyalurkan kepedulian kepada para penyintas bencana. Sejumlah nama besar turut meramaikan panggung amal ini, mulai dari Bang Is bersama Parade Hujan, Vikri Rahmat, Driven by Animals, Indra The Rain, Skastra, Panji Sakti, Souljah, Haddad Alwi, Sore, hingga J-Rocks.
Persiapan Kilat dan Solidaritas Musisi
Co-Founder M Bloc Space, Wendi Putranto, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini terjalin sangat cepat.
“Ketika bencana seperti ini, kita sudah siap untuk charity Sumatra. Tiba-tiba Mas Is terkoneksi dan kolaborasi terbangun. Otomatis hanya 3 hari persiapan,” ujar Wendi. Ia menambahkan bahwa M Bloc Space memang dekat dengan penggiat kreatif dan pernah menjadi posko bantuan saat banjir 2020.
Bang Is menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ekspresi kemanusiaan.
“Saya mengajak masyarakat untuk bahu membahu dan mendorong bantuan bagi para penyintas di Sumatra dan Aceh, yang hingga saat ini masih kesulitan mendapatkan bahan pangan, air bersih, dan logistik,” ujar Bang Is.

Data Terkini Dampak Bencana
Direktur Program Sosial Kemanusiaan dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ustaz Ahmad Shonhaji, menyampaikan data terbaru per 7 Desember 2025. Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mencatat 916 jiwa meninggal dunia, 274 hilang, dan 4.200 luka-luka.
Dompet Dhuafa telah melayani 44.018 penerima manfaat, termasuk evakuasi 225 jiwa, distribusi 8.170 makanan siap santap, layanan dapur umum untuk 25.715 jiwa, dan pendirian 530 pos Wi-Fi serta charger untuk pengungsi.
Kebutuhan Mendesak dan Pengiriman Bantuan
Direktur Mobilisasi Sumberdaya Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberangkatkan 60 ton bantuan ke tiga titik utama. Ia menyoroti kondisi kesehatan di pengungsian yang mulai menurun.
“Di Aceh, Pidie Jaya bantuan cukup memadai, namun penyakit mulai merebak dan menjangkit pada wanita dan anak-anak,” ungkap Etika.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap santap, air bersih, logistik non-pangan, kebutuhan bayi dan lansia, serta layanan medis. Konser amal ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan vital dan sanitasi secara berkelanjutan, sekaligus mendorong solidaritas masyarakat untuk membantu korban bencana di Sumatra dan Aceh.
