Bekasi,Harianjabar.com — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi, H. Ayi Nurdin, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini difokuskan pada penguatan edukasi keagamaan dan konsolidasi organisasi, tidak semata seremoni buka puasa bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2026), sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan PCNU Kota Bekasi yang digelar sepanjang bulan puasa.
Ayi menjelaskan, seluruh agenda Ramadhan dirancang dalam dua skema utama, yakni kegiatan luring (tatap muka) dan daring (online). Untuk kegiatan luring, PCNU menggelar peringatan Lailatul Qadar pada 17 Ramadhan serta buka puasa bersama sebagai penutup rangkaian.
Sementara itu, kegiatan daring difokuskan pada edukasi publik melalui tiga tema strategis. Pertama, merespons isu global terkait konflik Timur Tengah dengan menghadirkan narasumber akademisi dan pengamat hubungan internasional. Kedua, penguatan ketahanan keluarga melalui webinar yang melibatkan tokoh internal NU dan Ketua TP PKK Kota Bekasi. Ketiga, edukasi keagamaan terkait perbedaan penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri.
“Semua ini bagian dari upaya kami memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, organisasi seperti NU harus hadir memberikan pemahaman yang benar,” ujar H. Ayi Nurdin.
Ia menambahkan, Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah individu, tetapi juga penguatan keluarga dan ketahanan sosial. Karena itu, tema-tema yang diangkat dalam webinar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Ramadhan ini bukan hanya soal ibadah personal, tetapi bagaimana menjadi momentum membangun ketahanan keluarga dan memperkuat kehidupan sosial keumatan,” katanya.
Ayi juga menjelaskan adanya perubahan pola kegiatan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan banyak terpusat melalui safari Ramadhan di tingkat kecamatan, tahun ini PCNU lebih mendorong distribusi kegiatan ke tingkat bawah seperti ranting dan lingkungan RW.
“Sekarang kegiatan lebih tersebar. Pengurus di tingkat bawah bergerak langsung di wilayah masing-masing, sementara di tingkat kota kita fokus pada konsolidasi organisasi,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian program tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta advokasi dan pendampingan masyarakat melalui penyediaan informasi yang edukatif.
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar di tingkat kota pun bersifat terbatas, hanya dihadiri perwakilan dari masing-masing kecamatan dan lembaga, sebagai bagian dari upaya menjaga efektivitas koordinasi internal.
Dengan pendekatan tersebut, PCNU Kota Bekasi berharap dapat memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai sumber rujukan informasi yang kredibel dan menenangkan di tengah dinamika sosial.
