Bekasi, Harianjabarcom — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi upaya strategis pemerintah dalam menjawab persoalan gizi anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian SPPG Pemuda Muhammadiyah di Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya, Zulhas menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan. Ia menyebut masyarakat berpenghasilan rendah justru harus menanggung biaya hidup yang lebih tinggi, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
“Pendapatan kecil, tapi bayar kebutuhan lebih mahal di kota. Sementara di daerah, harga bahan pokok seperti beras relatif lebih murah,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan mendasar yang dihadapi generasi saat ini adalah kualitas gizi yang belum merata. Kekurangan asupan gizi, kata dia, berdampak langsung pada kemampuan belajar anak, mulai dari menurunnya konsentrasi hingga rendahnya kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat.
“Kalau gizinya kurang, anak jadi ngantuk di sekolah, tidak berani bertanya, bahkan takut menyampaikan pikiran. Ini yang ingin kita ubah melalui MBG,” kata Zulhas.
Ia menegaskan, MBG tidak sekadar program bantuan pangan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menargetkan lahirnya generasi dengan kemampuan intelektual yang lebih baik dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
“Ini bukan soal berapa yang didapat hari ini, tapi bagaimana kita membangun peradaban. Otak anak harus berkembang optimal, sehingga ke depan punya daya saing tinggi,” tegasnya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas manusia, program MBG juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa. Pemerintah mendorong keterlibatan koperasi, termasuk konsep koperasi merah putih, agar perputaran ekonomi tidak hanya terpusat pada kelompok tertentu.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi, Abdul Muin Hafiz, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai MBG sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang selama ini menekankan pentingnya pola hidup sehat dan asupan gizi bagi peserta didik.
“Ini program yang sangat positif. Muhammadiyah sejak lama sudah membiasakan pendidikan yang memperhatikan aspek makan dan kesehatan. Dengan MBG, ini semakin diperkuat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen, baik pemerintah pusat maupun daerah, agar program ini berjalan optimal. Meski diakui masih terdapat kekurangan, ia optimistis MBG akan menjadi program unggulan nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Plus minus pasti ada, tapi ini bagian dari proses perbaikan. InsyaAllah ke depan program ini akan semakin baik dan memberi dampak besar bagi rakyat,” katanya.
Peresmian SPPG Pemuda Muhammadiyah ini menjadi bagian dari implementasi program MBG di daerah, sekaligus menandai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memperkuat upaya peningkatan gizi nasional dan pembangunan generasi masa depan.
