Meksiko, HarianJabar.com – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Meksiko pada Senin pagi (8/9), saat sebuah kereta barang menghantam bus tingkat dua yang membawa puluhan penumpang. Insiden ini menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.
Kecelakaan terjadi di kawasan industri antara Atlacomulco dan Maravatio, sekitar 100 km barat laut Kota Meksiko. Bus naas tersebut tengah melintasi perlintasan kereta tanpa palang atau lampu peringatan, ketika kereta melaju kencang dari arah berlawanan.

Bus Dihantam dan Diseret Puluhan Meter
Menurut laporan otoritas setempat, bus milik operator Herradura de Plata itu terseret puluhan meter setelah dihantam. Bagian depan bus hancur lebur, sementara lantai atas bus terlihat ringsek.
Rekaman video dari warga menunjukkan momen dramatis saat bus perlahan menyeberangi rel, tampak ragu-ragu, lalu secara mengejutkan dihantam kereta dari sisi kanan. Benturan keras membuat bagian atas bus terlepas, dan penumpang terpental.
Korban: 10 Tewas, 61 Luka-Luka
Pihak berwenang menyatakan, 10 orang tewas, terdiri dari tujuh perempuan dan tiga laki-laki. Sementara itu, setidaknya 61 orang terluka, beberapa di antaranya mengalami cedera serius dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
Upaya evakuasi dilakukan oleh petugas dari Garda Nasional, Pemadam Kebakaran, Palang Merah, dan unit penyelamat negara bagian.
Penyelidikan dan Respons
Pihak Canadian Pacific Kansas City de México, perusahaan pengelola kereta, menyampaikan duka cita dan menekankan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta. Mereka menyebut kecelakaan ini sebagai “tragedi yang bisa dicegah.”
Kejaksaan Negara Bagian Meksiko telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden. Dugaan awal menyebutkan bahwa sopir bus mungkin nekat menyeberang meski kereta sudah terdengar mendekat.
Masalah Lama: Perlintasan Tak Aman
Perlintasan tanpa palang di Meksiko bukan hal baru. Data menunjukkan, lebih dari 800 kecelakaan perlintasan terjadi di negara tersebut dalam satu tahun terakhir. Kurangnya infrastruktur pengaman menjadi sorotan tajam setelah kejadian ini.
Pemerintah setempat dan nasional diharapkan segera mengambil tindakan agar insiden serupa tidak terulang.
