Jakarta, HarianJabar.com – Suasana haru mewarnai pernyataan ibu dari aktivis sekaligus pengacara publik Delpedro Lokataru, yang belakangan ini ramai diperbincangkan karena keterlibatannya dalam sejumlah aksi advokasi masyarakat. Dengan mata berkaca-kaca, sang ibu menegaskan bahwa anaknya bukanlah penjahat sebagaimana sebagian pihak menuding, melainkan sosok yang konsisten memperjuangkan hak rakyat kecil.

“Anak saya tidak pernah mencari masalah. Dia hanya berusaha membela rakyat, terutama mereka yang terpinggirkan. Bagi saya, Delpedro bukan penjahat, tapi pejuang,” ucap ibunda Delpedro dengan suara bergetar.
Aktivis yang Lantang Suarakan Ketidakadilan
Delpedro Lokataru dikenal sebagai pengacara publik dan aktivis yang kerap terlibat dalam advokasi isu-isu hak asasi manusia, lingkungan, hingga pembelaan terhadap korban ketidakadilan hukum. Langkahnya seringkali membuat pihak tertentu merasa terusik, tetapi bagi banyak kalangan, keberanian Delpedro menjadi simbol keberpihakan pada suara rakyat kecil.
Sejumlah rekan sejawat menyebut, Delpedro tak hanya bekerja di balik meja hukum, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, mendampingi warga yang tengah berjuang melawan ketidakadilan. Dari konflik agraria, buruh, hingga korban pelanggaran HAM, namanya kerap hadir di tengah pusaran perlawanan.
Dukungan dari Publik
Pernyataan ibunda Delpedro segera mendapat sambutan luas di media sosial. Banyak warganet yang mengungkapkan dukungan dan simpati. Tagar berisi dukungan moral pun sempat ramai digunakan, sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan aktivis yang dinilai bersuara lantang bagi rakyat kecil.
Beberapa tokoh masyarakat juga menilai, stigmatisasi terhadap aktivis hanya akan memperkeruh suasana dan menutup ruang demokrasi.
“Aktivis bukan kriminal. Mereka bagian dari suara publik yang perlu didengar,” ujar seorang akademisi hukum dari sebuah universitas di Jakarta.
Harapan Keluarga
Sang ibu berharap agar publik tidak tergesa-gesa memberikan label negatif terhadap anaknya. Ia percaya bahwa perjuangan yang dilakukan Delpedro semata-mata untuk kemanusiaan.
“Sebagai ibu, tentu saya ingin anak saya selamat dan dihargai perjuangannya. Jangan anggap dia penjahat. Dia hanya ingin rakyat kecil tidak terus menerus ditindas,” katanya dengan penuh harap.
Keluarga besar Lokataru kini memilih tegar menghadapi dinamika yang ada. Mereka yakin, waktu dan kebenaran akan membuktikan bahwa perjuangan Delpedro bukan kejahatan, melainkan bagian dari panggilan nurani untuk membela rakyat.
