Peru, HarianJabar.com– Misteri pembunuhan tragis yang menimpa Zetro, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Peru, akhirnya terungkap. Kepolisian Peru memastikan pelaku adalah anggota gangster lokal yang kerap terlibat dalam aksi kriminal bersenjata di ibu kota Lima.
Peristiwa mengejutkan itu terjadi pada awal September 2025. Zetro ditemukan tewas dengan luka tembak di sebuah jalanan di distrik San Martín de Porres, Lima. Kabar duka ini sempat menggemparkan masyarakat Indonesia di Tanah Air, terutama jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), karena korban dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugas diplomasi.

Pelaku Ditangkap Setelah Operasi Khusus
Pihak kepolisian Peru, bekerja sama dengan Interpol, berhasil menangkap pelaku utama bernama Carlos Mendoza (32). Ia diketahui merupakan anggota geng kriminal Los Sangrientos, sindikat jalanan yang sering melakukan perampokan bersenjata dan pembunuhan bayaran.
Kapolri Peru, Jenderal Roberto Esquivel, dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan di sebuah apartemen persembunyian di kawasan Callao.
“Pelaku pembunuhan Zetro adalah anggota geng yang sangat berbahaya. Ia terlibat dalam sejumlah aksi kejahatan, termasuk perampokan bersenjata dan perdagangan narkotika. Motif pembunuhan masih didalami, namun kuat dugaan berkaitan dengan aksi perampokan yang salah sasaran,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Dari hasil investigasi, malam itu Zetro dalam perjalanan pulang usai menghadiri pertemuan komunitas diaspora Indonesia. Ia diduga diikuti oleh anggota geng. Saat melintas di jalan sepi, korban ditembak setelah mencoba melawan saat pelaku berusaha merampas barang pribadinya.
Saksi mata menyebut mendengar suara tembakan beberapa kali sebelum melihat korban tergeletak. “Kami langsung menghubungi polisi, tapi nyawa korban tidak tertolong saat dibawa ke rumah sakit,” ujar salah satu warga setempat.
Respons Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan apresiasi terhadap otoritas Peru yang bergerak cepat dalam mengusut kasus ini. Juru Bicara Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus mengawal proses hukum terhadap pelaku.
“Kami berduka cita mendalam atas wafatnya almarhum Zetro. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Lima akan memastikan proses hukum berjalan transparan dan memberikan perlindungan maksimal bagi keluarga korban,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah berencana memperketat keamanan dan perlindungan bagi staf diplomatik Indonesia di luar negeri, khususnya di negara-negara yang tingkat kriminalitasnya tinggi.
Suasana Duka dan Penghormatan
Jenazah Zetro telah dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (12/9/2025) dan disambut upacara penghormatan di Bandara Soekarno-Hatta. Sejumlah pejabat Kemlu serta keluarga besar hadir dalam prosesi penyambutan. Suasana haru menyelimuti pemakaman almarhum di kampung halamannya.
Peringatan Keras bagi Keamanan Warga
Kasus ini kembali menegaskan ancaman serius kriminalitas di Peru, yang belakangan meningkat akibat maraknya aktivitas geng jalanan. Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh WNI di Peru untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor kepada pihak KBRI jika menghadapi situasi darurat.
