Depok, HarianJabar.com – Suasana haru mewarnai sebuah acara di Universitas Indonesia (UI) ketika Rektor UI tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kisah inspiratif salah satu mahasiswanya. Mahasiswa tersebut merupakan anak seorang penjual keripik sederhana, yang berhasil kuliah di UI meski harus bekerja keras sebagai driver ojek online (ojol) untuk membiayai hidup sehari-hari.

Kisah Inspirasi dari Kampus Ternama
Rektor UI mengungkapkan, mahasiswa itu bukan hanya sekadar berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi simbol keteguhan hati generasi muda dalam mengejar mimpi.
“Bayangkan, seorang anak dari keluarga penjual keripik, dengan segala keterbatasan, kuliah di UI sambil menjadi ojol. Itu bukan hal mudah. Saya tidak bisa menahan tangis mendengar perjuangannya,” kata Rektor dengan suara bergetar.
Singgung Dana Abadi Pendidikan
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyinggung pentingnya pengelolaan dana abadi pendidikan untuk memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya hidup.
Menurutnya, perjuangan mahasiswa tersebut harus menjadi pengingat bahwa akses pendidikan tinggi tidak boleh menjadi hak eksklusif bagi mereka yang mampu secara ekonomi.
“Dana abadi bukan hanya angka di laporan keuangan, tapi soal nyawa masa depan bangsa. Kita harus pastikan anak-anak seperti ini mendapat dukungan penuh,” tegasnya.
Mahasiswa UI dan Realita Sosial
Kisah ini menyentuh banyak pihak karena mencerminkan realita sosial bahwa masih banyak mahasiswa yang harus bekerja paruh waktu, bahkan di sektor informal, demi bisa melanjutkan kuliah.
Di sisi lain, kisah ini juga menunjukkan betapa kuatnya semangat mahasiswa untuk berjuang meski dengan segala keterbatasan.
“UI memang kampus besar, tapi jangan lupa, di balik toga dan gedung megah, ada mahasiswa yang harus berjuang sampai dini hari demi bisa hadir di kelas esok harinya,” ungkap seorang dosen UI.
Harapan Masa Depan
Rektor berharap, cerita mahasiswa tersebut bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Ia juga menekankan agar pemerintah, swasta, dan masyarakat bersinergi mendukung pendidikan, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kalau anak penjual keripik bisa sampai UI, itu artinya semua punya kesempatan. Tugas kita adalah membuka jalan agar kesempatan itu nyata,” pungkas Rektor.
