Kuningan, HarianJabar.com – Siapa bilang menikmati suasana hutan harus selalu jauh dari kenyamanan modern? Di Kabupaten Kuningan, tepatnya di kawasan hutan pinus yang rimbun dan sejuk, para pengunjung bisa menemukan deretan warung sederhana dengan menu jajanan terjangkau. Perpaduan antara udara segar pegunungan dan sajian kuliner hangat membuat kawasan ini jadi incaran wisatawan lokal maupun luar daerah.

Suasana Hutan yang Asri
Begitu memasuki area hutan pinus, pengunjung langsung disambut aroma khas kayu dan udara dingin yang menenangkan. Pohon-pohon pinus menjulang tinggi, menciptakan nuansa teduh alami yang membuat siapa saja betah berlama-lama. Tidak hanya jadi tempat wisata alam, kawasan ini juga menjelma menjadi spot kuliner sederhana dengan nuansa berbeda.
“Rasanya seperti piknik, bisa makan gorengan sambil dengerin angin yang berdesir di antara pohon,” ujar Sinta, seorang wisatawan asal Cirebon.
Ragam Jajanan Murah Meriah
Di sepanjang jalur hutan pinus, berjejer warung bambu yang menyajikan aneka makanan ringan khas Jawa Barat. Mulai dari gorengan, tahu gejrot, bala-bala, hingga mie instan rebus yang hangat, semua bisa dinikmati dengan harga terjangkau, rata-rata Rp5.000 – Rp15.000 saja.
Tidak ketinggalan minuman khas seperti bandrek dan bajigur, yang terasa pas diseruput di udara sejuk hutan. Beberapa warung bahkan menawarkan kopi tubruk khas Kuningan yang diseduh manual.
“Yang paling laris biasanya gorengan sama kopi hitam. Harganya murah, jadi banyak pengunjung betah nongkrong lama,” kata Asep, salah seorang pedagang.
Magnet Wisata Lokal
Fenomena kuliner di tengah hutan pinus ini tidak hanya menghidupkan suasana wisata, tapi juga menjadi sumber penghasilan baru bagi warga sekitar. Banyak masyarakat desa yang beralih membuka warung kecil untuk melayani wisatawan.
Dampaknya, kawasan hutan pinus Kuningan kini dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga sebagai tempat wisata kuliner unik. Pengunjung bisa duduk santai di bangku kayu sederhana, bersantai sambil menikmati pemandangan hutan dan camilan hangat.
Akses dan Fasilitas
Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 30–40 menit dari pusat Kota Kuningan. Jalan menuju kawasan relatif baik, meski di beberapa titik menanjak dan berliku khas daerah pegunungan.
Selain jajanan, pengelola juga menyiapkan area parkir, gazebo sederhana, hingga spot foto berlatar pepohonan pinus yang instagramable.
Hutan pinus Kuningan bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman kuliner sederhana yang ramah di kantong. Menyantap jajanan murah di tengah hutan rimbun menghadirkan sensasi tersendiri, seolah mengingatkan bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal kecil: secangkir kopi hangat, gorengan renyah, dan semilir angin pegunungan.
