Bandung, HarianJabar.com – Nyeri pinggang sering dianggap sebagai keluhan sepele akibat terlalu lama duduk atau mengangkat beban berat. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius jika tidak segera ditangani.

Penyebab Umum Nyeri Pinggang
Dokter spesialis ortopedi dan saraf menjelaskan, nyeri pinggang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga berat. Beberapa di antaranya adalah:
- Postur tubuh salah saat duduk atau bekerja.
- Otot tegang akibat aktivitas berlebihan.
- Batu ginjal yang menimbulkan rasa sakit menjalar ke pinggang.
- Infeksi saluran kemih yang juga menimbulkan nyeri di area belakang.
- Hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit.
- Masalah tulang belakang seperti skoliosis atau degenerasi tulang.
Waspadai Gejala yang Menyertai
Jika nyeri pinggang disertai gejala lain, masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan medis. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Nyeri tidak hilang meski sudah istirahat.
- Demam atau menggigil.
- Gangguan buang air kecil atau buang air besar.
- Mati rasa atau kesemutan pada kaki.
- Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas.
“Kalau nyeri pinggang terus-menerus muncul, apalagi diiringi keluhan lain, jangan diabaikan. Itu bisa jadi sinyal masalah ginjal, saraf, atau bahkan tumor,” kata dr. Andi, Sp.OT.
Pencegahan dan Penanganan
Untuk mencegah nyeri pinggang, masyarakat dianjurkan untuk menjaga pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga ringan, menjaga berat badan ideal, dan mengatur postur tubuh saat bekerja.
Sementara itu, pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Bisa dengan fisioterapi, konsumsi obat, hingga tindakan operasi pada kasus berat.
Pentingnya Konsultasi Medis
Para dokter menekankan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa pemeriksaan. Tindakan medis yang tepat akan membantu mencegah komplikasi lebih parah.
“Nyeri pinggang memang sering dianggap biasa. Tapi jangan sampai menyesal ketika ternyata itu pertanda penyakit serius. Lebih baik periksa sejak dini,” tambahnya.
