Pangandaran, HarianJabar.com – Proyek pembangunan Tol Getaci yang menghubungkan Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis (Getaci) dipastikan akan melewati sembilan desa di Kabupaten Pangandaran. Informasi ini disampaikan oleh pihak pengembang tol dan pemerintah daerah sebagai bagian dari sosialisasi proyek infrastruktur strategis.

Desa yang Dilewati
Berdasarkan rencana trase terakhir, sembilan desa yang terdampak adalah:
- Desa Cintaratu
- Desa Pananjung
- Desa Sukahurip
- Desa Babakan
- Desa Sindangsari
- Desa Bojong
- Desa Langkap
- Desa Cigugur
- Desa Kalipucang
Pembangunan tol di wilayah ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antar kota di Jawa Barat bagian selatan, mempercepat distribusi barang, dan mendukung sektor pariwisata Pangandaran.
Tanggapan Warga dan Pemerintah
Beberapa warga menyambut baik rencana tol karena diyakini akan meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian daerah. Namun, sebagian lainnya menyampaikan kekhawatiran terkait penggusuran, dampak lingkungan, dan tata ruang desa.
Bupati Pangandaran, H. Suryadi, menegaskan:
“Pemerintah daerah memastikan semua proses pembangunan akan memperhatikan kepentingan warga, dengan mekanisme ganti rugi yang transparan dan sesuai aturan.”
Dampak dan Manfaat
Proyek Tol Getaci diprediksi membawa sejumlah manfaat, antara lain:
- Mempercepat perjalanan antar kota di wilayah selatan Jawa Barat.
- Meningkatkan peluang investasi dan ekonomi lokal.
- Mendukung sektor pariwisata Pangandaran yang selama ini menjadi destinasi favorit domestik.
Namun, pembangunan tol juga harus memperhatikan mitigasi dampak sosial dan lingkungan, termasuk relokasi warga dan pengelolaan lahan pertanian yang terdampak.
Rencana pembangunan Tol Getaci di Pangandaran akan melewati sembilan desa, menghadirkan peluang pembangunan sekaligus tantangan sosial dan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat menjadi kunci agar proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal.
