Bandung Barat, HarianJabar.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Erwan, menilai pemerintah daerah lalai dalam melakukan pengawasan sehingga ribuan siswa mengalami keracunan makanan dari katering MBG (Makan Bergizi) beberapa hari terakhir. Pernyataan ini menimbulkan sorotan publik terkait kualitas pengawasan pangan di lingkungan sekolah.

Kritik Erwan
Menurut Erwan, pihak Pemkab Bandung Barat seharusnya melakukan pengawasan lebih ketat terhadap katering sekolah, mulai dari kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
“Kasus keracunan ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pengawasan. Pemkab harus segera menindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Kronologi Keracunan
Keracunan massal terjadi dalam dua hari berturut-turut, menyebabkan ratusan hingga ribuan siswa dari beberapa sekolah di Kabupaten Bandung Barat mengalami mual, muntah, dan diare. Beberapa siswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan, memeriksa kebersihan katering, dan memastikan penyebab keracunan.
Tanggapan Pemkab dan Dinas Terkait
Pihak Pemkab dan Dinas Pendidikan mengaku telah menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap penyedia katering MBG. Mereka juga menjanjikan perbaikan prosedur pengawasan untuk memastikan keamanan pangan di sekolah.
Perspektif Analisis
Ahli gizi dan kesehatan menilai bahwa pengawasan makanan sekolah sangat penting untuk mencegah kasus serupa. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kebersihan bahan baku dan dapur pengolahan.
- Proses distribusi makanan ke sekolah.
- Edukasi bagi penyedia katering tentang standar keamanan pangan.
Kasus keracunan MBG di Bandung Barat menyoroti pentingnya pengawasan pemerintah terhadap katering sekolah. Kritik Erwan kepada Pemkab menekankan perlunya langkah konkret agar keamanan makanan siswa terjamin dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tetap terjaga.
