Lima, Peru – HarianJabar.com – Gelombang protes besar-besaran terjadi di Peru, namun yang membuatnya menarik perhatian dunia adalah bendera yang dibawa demonstran. Para Gen Z yang turun ke jalan membawa bendera bergambar karakter anime One Piece, memadukan tuntutan politik dengan simbol budaya pop.
Aksi ini menjadi viral di media sosial karena perpaduan antara protes politik dan referensi hiburan global, fenomena yang kini makin umum di kalangan anak muda di berbagai negara.
Latar Belakang Demo
Demo ini dipicu oleh sejumlah isu sosial dan politik, termasuk ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah serta tuntutan reformasi pendidikan dan ekonomi. Meski begitu, para Gen Z berusaha menyampaikan pesan mereka dengan cara kreatif dan visual yang mudah dikenali.
Bendera One Piece digunakan sebagai simbol persatuan, petualangan, dan semangat melawan ketidakadilan, mengingat karakter utama Luffy dan kru Bajak Laut Topi Jerami selalu berjuang melawan penindasan dan ketidakadilan.

Reaksi Publik dan Media
Media lokal maupun internasional ramai memberitakan aksi ini. Banyak warganet memuji kreativitas generasi muda yang menggabungkan unsur budaya populer dengan kritik sosial. Beberapa pihak menekankan bahwa demonstrasi dengan simbol anime membantu menarik perhatian dunia terhadap isu yang diangkat.
“Simbol dari anime menjadi bahasa universal bagi Gen Z, menyampaikan pesan politik dengan cara yang mudah dimengerti,” kata seorang pengamat sosial di Lima.
Dampak Sosial dan Budaya
Aksi Gen Z ini menunjukkan kekuatan budaya pop dalam menggerakkan kesadaran sosial. Anime dan manga kini bukan hanya hiburan, tetapi juga media ekspresi politik dan sosial bagi generasi muda.
Para pengamat menilai fenomena ini bisa menjadi tren baru, di mana aktivisme tidak selalu disampaikan melalui metode tradisional, melainkan melalui simbol dan ikon yang dekat dengan keseharian anak muda.
