Yerusalem, HarianJabar.com – Kontroversi kembali memanas di Yerusalem Timur setelah otoritas Israel dilaporkan melanjutkan proyek penggalian terowongan di bawah kawasan Masjid Al Aqsa, situs suci umat Islam. Kabar ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk otoritas Palestina dan negara-negara Arab.
Penggalian yang dilakukan dengan dalih proyek arkeologi dan pengembangan kawasan itu dianggap sebagai langkah provokatif yang berpotensi merusak fondasi Masjid Al Aqsa, salah satu situs tersuci umat Islam di dunia.
Kekhawatiran Kerusakan dan Destabilisasi
Otoritas Palestina memperingatkan bahwa aktivitas ini dapat mengganggu stabilitas struktur Al Aqsa, serta berisiko menimbulkan kerusakan permanen pada kawasan bersejarah.
“Israel bermain api. Setiap upaya merusak atau mengubah status quo Al Aqsa akan memicu ledakan kemarahan besar umat Muslim di seluruh dunia,” kata perwakilan Kementerian Wakaf Palestina.

Kecaman Internasional Menguat
Sejumlah negara Arab seperti Yordania, Mesir, dan Arab Saudi turut menyuarakan penolakan keras. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bahkan menuduh Israel melakukan upaya sistematis untuk mengubah identitas dan sejarah Yerusalem.
Bahkan Dewan Keamanan PBB dikabarkan menerima desakan agar membahas isu ini sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional, terutama Konvensi Den Haag yang melarang perubahan status kawasan pendudukan.
Tindakan Israel Dinilai Provokatif
Bagi masyarakat Palestina, proyek terowongan ini bukan sekadar urusan arkeologi, melainkan bagian dari agenda Israel untuk memperkuat kontrol atas Yerusalem Timur.
Aksi penggalian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, setelah serangkaian serangan militer Israel ke Gaza dan eskalasi bentrokan di Tepi Barat.
Penggalian terowongan di bawah Masjid Al Aqsa oleh Israel kembali memperlihatkan konflik panjang antara Israel dan Palestina yang sarat dimensi politik, agama, dan sejarah. Dunia internasional kini menanti langkah tegas untuk mencegah kerusakan pada situs suci yang menjadi simbol penting umat Muslim.
