Jakarta, HarianJabar.com – Bek Manchester City, John Stones, mengungkapkan pengalaman pahit musim lalu yang hampir membuatnya memutuskan pensiun dari sepak bola profesional. Cedera yang terus menghampiri membuat pemain asal Inggris ini harus absen panjang dan menghadapi tekanan mental yang berat.
Musim lalu, Stones hanya tampil dalam 11 pertandingan Liga Inggris, dengan laga terakhirnya terjadi pada Februari. Masalah cedera pada kaki dan hamstring membuatnya sulit untuk kembali ke performa maksimal. Dalam wawancara dengan BBC, Stones mengaku periode itu menjadi salah satu masa paling sulit dalam kariernya.
“Musim lalu sangat sulit bagi saya, sampai pada titik di mana saya sempat berpikir untuk berhenti. Saya sudah lelah menjadi profesional dan melakukan semua hal dengan benar, tapi tetap cedera tanpa tahu alasannya. Itu situasi sangat berat secara mental,” ujar Stones.
Rasa frustrasi muncul karena meskipun sudah menjaga kebugaran dan disiplin tinggi, tubuhnya tetap tidak merespons. Stones bahkan sempat berada di titik rendah mental, meski dalam hati ia sadar bahwa keinginan untuk menyerah itu tidak benar-benar nyata.
“Emosi saya saat itu sangat tinggi. Saya tidak berpikir jernih. Tapi jauh di lubuk hati, saya tahu saya tidak akan benar-benar melakukannya,” tambah Stones.

Selain berjuang secara pribadi, Stones mengungkap bahwa Manchester City sempat menyarankannya mencari tantangan baru. Namun ia memilih untuk bertahan dan memperjuangkan tempatnya di tim, menegaskan bahwa semangat juang dan mentalitas pantang menyerah sudah menjadi bagian dari dirinya sejak kecil.
“Saya pernah berkata, ketika City ingin saya mencari tantangan lain, saya akan bertarung. Itulah yang saya lakukan sejak kecil, jadi mengapa saya harus berhenti sekarang?” kata Stones.
Kini, Stones telah pulih sepenuhnya dan siap kembali memperkuat Manchester City dan tim nasional Inggris. Laporan Daily Mirror menyebutkan, manajemen City masih menaruh kepercayaan besar padanya dan tengah mempersiapkan pembicaraan kontrak baru. Kontrak Stones saat ini akan berakhir pada akhir musim, namun Pep Guardiola menegaskan bahwa Stones masih menjadi bagian penting dalam skuad utama The Citizens.
Baca Juga:
dana rp200 t untuk bank pelat merah
Stones menegaskan bahwa masa sulit musim lalu memberinya pelajaran berharga mengenai ketahanan mental dan pentingnya menjaga fokus dalam kondisi tertekan. Pemain berusia 31 tahun ini berharap pengalaman tersebut akan membuatnya lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan berikutnya di lapangan.
“Musim lalu mengajarkan saya bahwa sepak bola bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Saya akan meninggalkan masa sulit itu dan fokus menjadi pilar utama pertahanan City,” tutup Stones.
Kembalinya Stones diharapkan menjadi kunci soliditas lini belakang Manchester City, terutama menghadapi kompetisi Liga Inggris dan Liga Champions. Fans pun optimistis bahwa dengan kondisi fisik yang prima dan mental juara yang tetap terjaga, Stones bisa membantu tim meraih kesuksesan di musim ini.
