Cianjur, HarianJabar.com – Siapa sangka, di balik keindahan kebun bunga yang tampak memikat di lereng pegunungan Cianjur, tersembunyi sebuah rahasia gelap: ladang ganja dengan berat total 6,4 kilogram. Pengungkapan ini mengejutkan warga dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Modus Rapi di Balik Aroma Bunga
Awalnya, kebun tersebut tak menimbulkan kecurigaan. Ditanami berbagai bunga hias, kebun ini terlihat seperti destinasi wisata atau tempat budidaya tanaman hias biasa. Namun, setelah mendapat laporan dari warga dan melakukan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian menemukan bahwa area kebun itu dijadikan kedok untuk menanam ganja secara tersembunyi di antara tanaman bunga.
Penanaman dilakukan secara sistematis dan rapi, dengan menyelipkan batang ganja di sela-sela bunga untuk menghindari deteksi visual dari udara maupun patroli darat. Bahkan, sebagian tanaman ganja ditanam dalam pot-pot besar yang biasa digunakan untuk tanaman hias.
Penggerebekan dan Temuan Mengejutkan
Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh Satnarkoba Polres Cianjur, petugas berhasil menyita sekitar 6,4 kilogram ganja kering siap edar, serta ratusan batang ganja muda yang masih dalam tahap pertumbuhan. Lokasi ladang berada di wilayah perbukitan yang cukup sulit dijangkau, namun diduga telah beroperasi selama beberapa bulan.
Kapolres Cianjur menyatakan bahwa tersangka utama, yang diketahui berinisial H (40), mengaku menyamarkan ladang ganja dengan dalih kebun bunga untuk mengelabui petugas dan warga sekitar.

“Pelaku mengaku mempelajari teknik penanaman ganja melalui internet dan mencoba menyamarkannya dengan menanam bunga secara bersamaan,” ujar Kapolres dalam konferensi pers.
Tanggapan Warga dan Pemerintah
Warga sekitar mengaku terkejut dengan temuan ini. Sebagian besar tidak menyangka bahwa kebun bunga yang terlihat asri itu ternyata menjadi tempat praktik ilegal yang berbahaya.
“Kami sering lewat situ, baunya seperti bunga biasa. Nggak nyangka kalau itu ladang ganja,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur mengapresiasi tindakan cepat kepolisian dan berencana meningkatkan pengawasan terhadap lahan-lahan pertanian yang berada di daerah terpencil. Dinas Pertanian juga akan bekerja sama dengan aparat untuk melakukan inspeksi rutin demi mencegah kasus serupa terulang.
Fenomena Baru atau Tren Lama?
Kasus ini menyoroti kembali pola-pola baru yang digunakan pelaku narkoba untuk menyamarkan aktivitasnya. Dengan memanfaatkan topografi dan citra “alami” seperti kebun bunga, pelaku mencoba menghindari deteksi dan menipu aparat.
Pakar kriminologi menilai bahwa ini bisa menjadi tren baru dalam penyelundupan narkotika jenis tanaman, di mana pelaku akan terus mencari cara kreatif untuk menghindari pengawasan.
