HARIAN JABAR – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah potongan video yang memperlihatkan aksi kurang terpuji dari seorang oknum pegawai SPPG. Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok uci140589 tersebut memperlihatkan sang pegawai tengah menginjak keranjang bekas buah melon sambil tertawa lepas.Sontak, video tersebut memicu gelombang kritik pedas dari warganet. Banyak pihak menilai tindakan tersebut sangat tidak etis, terutama karena menyangkut aspek higienitas dan keamanan pangan yang seharusnya menjadi prioritas utama bagi setiap pengelola bahan makanan.
Plot Twist : Berawal dari Insiden KesandungSetelah ditelusuri lebih lanjut, muncul fakta baru di balik aksi yang memicu kemarahan publik tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu sebenarnya berawal dari insiden ketidaksengajaan. Sang pegawai dikabarkan sempat tersandung keranjang bekas buah melon tersebut saat sedang bertugas.Namun, alih-alih segera membersihkan atau memastikan keranjang tetap higenis, oknum tersebut bersama rekannya justru memutuskan untuk melakukan “reka adegan” dari momen jatuh tersebut. Mereka sengaja merekam aksi menginjak keranjang melon itu kembali sebagai bahan bercandaan untuk konten media sosial.
Kritik Tajam Netizen : Konten vs Etika Meskipun terdapat unsur ketidaksengajaan di awal, alasan “reka adegan” tersebut nyatanya tidak mampu meredam amarah netizen. Publik menganggap bahwa menjadikan fasilitas atau produk pangan sebagai bahan candaan dengan cara diinjak adalah bentuk kelalaian profesional yang fatal. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan netizen antara lain:
- Masalah Higienitas: Keranjang dan area sekitar produk pangan harus bebas dari kontaminasi, termasuk dari alas kaki pegawai.
- Etika Bermedia Sosial: Mengunggah konten yang merendahkan standar kerja dianggap sebagai bentuk ketidapedulian terhadap citra perusahaan dan kepercayaan konsumen.
- Profesionalisme: Publik menuntut setiap pekerja di sektor layanan pangan untuk memiliki kesadaran tinggi terhadap SOP (Standard Operating Procedure).
Pelajaran Berharga bagi Pengelola Pangan Hingga saat ini, lokasi pasti kejadian tersebut masih terus dikonfirmasi. Namun, video ini sudah terlanjur menjadi edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha lainnya. Kejadian ini mengingatkan betapa cepatnya sebuah “candaan internal” bisa berubah menjadi blunder besar yang merusak kepercayaan publik jika dilakukan tanpa pertimbangan etika.Pihak-pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Menjaga kualitas pangan bukan hanya soal aturan, melainkan soal integritas kepada konsumen.
