Bekasi, Harianjabar.com — Kejuaraan sepatu roda tingkat nasional Bekasi Open 2026 kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet dan mendorong Kota Bekasi menjadi salah satu pusat olahraga sepatu roda di Indonesia.
Event yang berlangsung pada 9–11 April 2026 ini digelar di Bekasi International Skate Track Arena, RW 016, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dengan diikuti 986 atlet dari 11 provinsi dan 60 klub.
Ketua Umum PB Porserosi, Velix Vernando Wanggai, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bekasi atas dukungan terhadap pengembangan olahraga sepatu roda, termasuk pembangunan venue yang dinilai representatif.
“Ini adalah salah satu track outdoor terbaik di Indonesia. Dengan fasilitas ini, atlet memiliki ruang yang baik untuk bertanding dan berlatih, sekaligus membuka peluang lahirnya talenta muda hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya, Kamis (9/4).
Velix menegaskan, Bekasi Open tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan jangka panjang yang melibatkan atlet, pelatih, dan orang tua sejak usia dini.
“Kami melihat Bekasi Open sudah menjadi indikator pencapaian prestasi atlet. Banyak talenta muda yang muncul dari ajang ini, baik dari Kota Bekasi maupun daerah lain,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut kejuaraan ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian Indonesian Series, yaitu kalender event nasional sepatu roda yang digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah.
Ketua Porserosi Kota Bekasi, Ubaidillah, menjelaskan bahwa Bekasi Open 2026 merupakan penyelenggaraan ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2016. Event sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 serta pembangunan arena yang baru rampung pada 2025.
“Tahun ini kami lebih mengutamakan kualitas peserta. Pendaftaran kami tutup pada 31 Maret, dengan total 986 atlet dari 11 provinsi dan 60 klub,” ujarnya.
Ia menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet Kota Bekasi dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar pada November mendatang.
Selain itu, sistem penghargaan dalam ajang ini berupa piala bergilir Wali Kota Bekasi, medali, serta uang pembinaan yang diberikan kepada klub juara umum.
Dukungan juga datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi. Perwakilan Dispora, Lutfi, menyatakan bahwa kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan fasilitas olahraga yang baru diresmikan.
“Venue ini baru diresmikan pada 2025 dan diserahterimakan pada Desember. Kejuaraan ini menjadi uji coba, baik dari sisi atlet maupun sarana prasarana, menjelang Porprov,” katanya.
Dengan fasilitas yang semakin memadai dan partisipasi atlet dari berbagai daerah, Bekasi Open 2026 diharapkan terus menjadi ajang pembinaan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Kota Bekasi sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga sepatu roda di tingkat nasional.
