Bekasi, Harianjabarcom — Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI) menginisiasi pembentukan Forum Komunikasi HRD Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang (FORKOM HRD BEKAPURS) sebagai upaya memperkuat sinergi dunia industri dengan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan tenaga kerja di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
Kegiatan tersebut digelar dalam forum silaturahmi halal bihalal yang berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) di MaxxBox Orange County, Lippo Cikarang, dengan menghadirkan sekitar 15 ketua forum HRD dari wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.
Ketua Umum ASPHRI, Yosminaldi, mengatakan pembentukan forum ini bertujuan menyatukan komunikasi antarorganisasi HRD agar lebih efektif dan terintegrasi, termasuk menjadi satu pintu koordinasi dengan pemerintah dalam pelaksanaan program ketenagakerjaan.
“Melalui FORKOM HRD BEKAPURS, kami ingin memperkuat sinergi. Jadi pemerintah tidak perlu berkomunikasi dengan banyak organisasi, cukup melalui satu forum ini untuk mendukung program-program seperti magang dan lainnya,” ujar Yosminaldi.
Ia menegaskan, kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang merupakan koridor industri strategis dengan sekitar 80 persen aktivitas industri dan tenaga kerja terpusat di wilayah tersebut. Karena itu, keberadaan forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi terbesar bagi praktisi HR di kawasan tersebut.
Namun demikian, Yosminaldi juga menyoroti masih rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar kawasan industri. Menurutnya, kendala utama bukan pada minimnya kesempatan, melainkan pada kompetensi tenaga kerja yang belum memenuhi kebutuhan perusahaan.
“Kami selalu mendorong prioritas tenaga kerja lokal, terutama di ring 1. Tapi perusahaan juga tidak bisa dipaksa. Faktanya, banyak yang belum memenuhi standar kompetensi. Ini menjadi tugas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM,” katanya.
Ia menjelaskan, ketika tenaga kerja lokal tidak terserap optimal, perusahaan akan mencari kandidat dari wilayah lain seperti ring 2 hingga luar daerah. Kondisi ini, lanjutnya, menjadi tantangan bersama agar peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal bisa segera dilakukan.
Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu menjaga hubungan industrial yang harmonis, adil, dan dinamis antara pekerja dan pengusaha. Peran HR dinilai strategis sebagai jembatan komunikasi yang menyerap aspirasi pekerja sekaligus menyampaikan kepentingan manajemen.
“HR harus mampu menjadi penyeimbang. Ada seni dalam membangun hubungan industrial agar kedua belah pihak bisa saling memahami dan mendukung,” ucapnya.
Ke depan, FORKOM HRD BEKAPURS diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kebijakan ketenagakerjaan serta meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal di kawasan industri nasional.
