Bekasi, Harianjabarcom — Sebanyak 445 calon jamaah haji asal Kota Bekasi mulai diberangkatkan dengan pendekatan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, sebagai fokus utama penyelenggaraan haji tahun 2026.
Para jamaah yang tergabung dalam satu kloter ini memasuki Embarkasi Asrama Haji Bekasi pada Selasa (21/4/2026) untuk menjalani proses persiapan sebelum diterbangkan ke Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Madinah pada Rabu (22/4/2026) pagi.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Bekasi, Rian Fauzi, menjelaskan bahwa dari total 445 jamaah, terdapat 19 orang pengguna kursi roda dan dua orang masuk kategori lansia prioritas. Kondisi ini menjadi perhatian khusus dalam pola pelayanan yang diterapkan.
“Tema tahun ini adalah haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Karena itu, ada pendampingan, pengawasan, dan pelayanan khusus bagi jamaah dengan kebutuhan tertentu,” ujar Rian.
Ia menambahkan, bentuk layanan khusus tersebut meliputi penempatan kamar di lantai bawah untuk memudahkan mobilitas, penyediaan kursi roda, hingga pendampingan intensif oleh petugas selama di asrama hingga keberangkatan.
Seluruh jamaah menjalani masa transit di Asrama Haji Bekasi sebelum diberangkatkan ke bandara pada pukul 02.00 WIB. Mereka dijadwalkan lepas landas menuju Madinah pada pukul 07.10 WIB.
Selain pelayanan fisik, peningkatan juga dilakukan pada aspek administrasi. Tahun ini, aktivasi kartu Nusuk sudah dapat dilakukan di Asrama Haji Bekasi, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilakukan setibanya di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk ini sangat penting karena menjadi akses masuk ke Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan kawasan Armuzna. Dengan aktivasi lebih awal, jamaah tidak akan mengalami kendala saat tiba di sana,” jelasnya.
Rian juga mengungkapkan, komposisi jamaah terdiri dari 200 laki-laki dan 241 perempuan, dengan rentang usia antara 17 hingga 94 tahun. Tingginya usia jamaah menjadi salah satu alasan utama diterapkannya pendekatan layanan inklusif tahun ini.
Secara keseluruhan, Embarkasi Bekasi tahun ini memberangkatkan 12 kloter, terdiri dari 9 kloter utuh dan sisanya gabungan dengan jamaah dari kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Dengan skema pelayanan yang lebih adaptif dan inklusif, pemerintah berharap seluruh jamaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas, dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk hingga kembali ke Tanah Air.
