HARIAN JABAR, BANDUNG – Jalannya proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 secara resmi telah berakhir pada 19 Juni 2026. Dari penutupan tahapan tersebut, tercatat ratusan ribu calon peserta didik baru telah sukses masuk dalam pemetaan di sekolah pilihan mereka, dan kini tinggal menunggu waktu untuk melakukan registrasi atau daftar ulang sesuai regulasi waktu yang berlaku.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto, memberikan penegasan bahwa setiap jalannya tahapan SPMB ini digulirkan dengan memegang teguh asas keterbukaan, keadilan, serta akuntabilitas. Pihak Disdik Jabar pun terus memaksimalkan pemakaian kuota daya tampung yang ada, demi memastikan hak mendapatkan pendidikan bagi semua anak di wilayah Jawa Barat dapat terakomodasi dengan baik.
“Kami mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan SPMB Tahap 1. Bagi calon murid baru yang belum terpetakan, tidak perlu khawatir karena kesempatan masih terbuka melalui SPMB Tahap 2 sehingga seluruh calon murid tetap memiliki peluang untuk memperoleh layanan pendidikan,” tutur Purwanto pada Sabtu (20/6/2026).
Lebih lanjut, Kadisdik memaparkan bahwa para calon murid yang sudah masuk dalam pemetaan hasil SPMB Tahap 1 diwajibkan untuk mendatangi sekolah tujuan guna melangsungkan proses daftar ulang pada tanggal 26 dan 29 Juni 2026. Sementara itu, untuk memfasilitasi para calon murid yang belum terjaring di tahap awal, panitia akan membuka SPMB Tahap 2 yang dijadwalkan bergulir pada 30 Juni, serta dilanjutkan pada 1, 2, 3, dan 6 Juli 2026.
Purwanto juga tidak menampik bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyadari daya tampung yang dimiliki sekolah negeri pada saat ini memang belum sanggup untuk menyerap seluruh total lulusan tingkat SMP maupun MTs di Jawa Barat. Menghadapi tantangan tersebut, Pemprov Jabar secara berkesinambungan mengencangkan sinergi dan kemitraan dengan pihak sekolah swasta agar hak anak untuk menyambung sekolah tetap terjaga.
“Komitmen kami adalah mengawal seluruh proses ini secara terbuka. Setiap satuan pendidikan telah kami siapkan untuk memberikan pelayanan dan informasi yang utuh serta transparan kepada orang tua maupun calon murid,” tegasnya lagi.
Di sisi lain, mekanisme jalannya seleksi SPMB pada periode ini terpantau menuai tanggapan yang baik dari kalangan masyarakat. Salah satunya diutarakan oleh Tuti Ningsih, seorang orang tua murid yang menyampaikan rasa syukurnya lantaran sang buah hati, Nayla Dwi Alifah, sukses menembus pemetaan di SMKN 3 Bandung.
“Alhamdulillah, anak saya berhasil terpetakan di SMKN 3 Bandung. Selama mengikuti prosesnya, kami dapat memantau hasil seleksi secara berkala dan semuanya berjalan lancar. Semoga anak kami dapat belajar dengan semangat serta meraih prestasi di sekolah pilihannya,” kata Tuti.
Senada dengan sang ibu, luapan kegembiraan juga datang langsung dari Nayla. Siswi ini mengaku sangat lega karena impiannya untuk meneruskan pendidikan di sekolah dambaan bisa terwujud.
“Aku bersyukur banget bisa terpetakan di sekolah yang aku pilih. Awalnya sempat khawatir saat menunggu hasil seleksi, tapi akhirnya berhasil terpetakan di SMKN 3 Bandung. Alhamdulillah, aku siap belajar lebih giat belajar di sekolah pilihanku,” ucap Nayla.
