Jakarta, 24 Juli 2025 — Musik terbukti tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat stimulasi yang kuat bagi perkembangan otak anak. Hal ini diungkapkan oleh psikolog anak dan keluarga, Dr. Nanda Lestari, M.Psi, yang menegaskan bahwa paparan musik sejak dini mampu meningkatkan kemampuan kognitif, emosional, hingga sosial anak.
Namun, ia mengingatkan pentingnya memfilter konten musik yang didengarkan anak, agar manfaat yang dihasilkan tidak justru berbalik menjadi risiko tumbuh kembang.
Musik dan Otak Anak: Apa Hubungannya?
Menurut Dr. Nanda, musik berirama teratur dan bernuansa positif dapat merangsang bagian otak anak yang bertanggung jawab terhadap bahasa, memori, dan kreativitas. Beberapa penelitian juga menunjukkan anak-anak yang terbiasa mendengarkan atau belajar musik memiliki IQ lebih tinggi dan keterampilan sosial lebih baik.
“Anak-anak yang sering mendengarkan musik ritmis sejak usia dini cenderung memiliki kemampuan bicara yang lebih cepat dan daya konsentrasi yang baik,” jelasnya saat diwawancarai, Rabu (24/7).
Waspada Musik dengan Konten Dewasa
Meski demikian, Dr. Nanda juga mengingatkan agar orang tua berhati-hati terhadap musik yang memiliki lirik dewasa, kekerasan, atau seksual eksplisit. Jenis musik seperti itu, meskipun viral atau populer, bisa membentuk persepsi dan perilaku negatif pada anak.
“Bukan musiknya yang salah, tapi kontennya. Anak-anak sangat mudah meniru dan menyerap makna dari lirik,” ujarnya.
Ia menyarankan agar orang tua lebih aktif dalam menyaring playlist anak dan menggunakan musik sebagai sarana interaksi, bukan sekadar hiburan pasif.
Jenis Musik yang Dianjurkan untuk Anak
- Musik klasik ringan (Mozart, Bach)
- Lagu anak-anak edukatif
- Instrumental alami atau suara alam
- Lagu pop anak dengan lirik positif
- Musik etnik atau tradisional sebagai pengenalan budaya
Tips Psikolog untuk Orang Tua:
- Dengarkan musik bersama anak dan ajak mereka berdiskusi tentang isi lagu.
- Batasi akses anak pada platform streaming yang tidak memiliki fitur penyaringan usia.
- Perhatikan reaksi anak terhadap musik tertentu—apakah membuatnya tenang, cemas, atau agresif.
- Manfaatkan musik untuk rutinitas positif, seperti tidur, bermain, atau belajar.
Sudut Pandang: Musik sebagai ‘Bahasa Emosi’ Anak
Dalam dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, musik bisa menjadi media reflektif dan edukatif yang kuat bagi anak. Bukan hanya untuk hiburan, tetapi sebagai sarana mengenalkan emosi, irama kehidupan, dan budaya—dengan syarat, pendampingan dari orang tua tetap ada.
