Bandung, Harianjabar.com — Warga sebuah permukiman padat di kawasan Kota Bandung digegerkan oleh aksi tak senonoh seorang pria bertubuh gempal yang nekat memamerkan alat kelaminnya kepada sejumlah perempuan dan anak-anak di gang sempit. Aksi tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial, memicu kemarahan publik.
Peristiwa itu terjadi pada awal pekan ini. Dari rekaman kamera pengawas yang beredar, terlihat pria tersebut berdiri di ujung gang dengan sengaja menurunkan celananya ketika melihat seorang ibu dan anak melintas.
Salah satu warga, Dwi (38), mengatakan kejadian serupa sudah pernah terjadi beberapa waktu lalu. Namun, baru kali ini terekam jelas.
Lorem Ipsum has been the industry\’s standard dummy text ever since the 1500s.
“Anak-anak jadi takut lewat gang itu. Warga langsung melapor ke polisi karena sudah meresahkan,” ujar Dwi kepada wartawan, Rabu (30/7).
Polisi Bertindak Cepat
Kapolsek setempat membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan kini tengah memburu pelaku.
“Kami sudah kantongi identitas terduga pelaku. Saat ini anggota sedang melakukan pengejaran,” kata Kapolsek dalam keterangan resminya.
Aksi pamer alat vital (eksibisionisme) termasuk dalam bentuk pelecehan seksual dan dapat dijerat hukum pidana sesuai Pasal 281 KUHP tentang perbuatan cabul di muka umum.
Psikolog forensik, Dr. Nani Widjaja, menjelaskan bahwa pelaku eksibisionisme umumnya mengalami gangguan kontrol impuls dan bisa mengulangi perbuatannya jika tidak segera ditangani secara hukum dan medis.
Seruan Warga untuk Keamanan Lingkungan
Pasca kejadian tersebut, warga bergotong royong meningkatkan pengawasan dengan memperbanyak lampu dan kamera pengawas di sekitar gang. Mereka juga menyerukan pentingnya pendampingan terhadap korban, terutama anak-anak.
“Kami tidak mau kampung ini dicap rawan. Semua harus merasa aman, terutama perempuan dan anak-anak,” tambah Dwi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika melihat tindakan mencurigakan di sekitar mereka.
