Bandung, harianJabar.com — 2 Agustus 2025 Atalia Praratya, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyuarakan kekhawatirannya terhadap kebijakan sekolah yang menetapkan satu kelas berisi hingga 50 siswa di beberapa wilayah Jawa Barat. Menurut Atalia, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran dan membebani guru dalam memberikan perhatian optimal kepada setiap anak didik.
Dalam pernyataannya, Atalia menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi utama bagi masa depan generasi muda dan Jawa Barat tidak boleh mengorbankan mutu demi kuantitas. “Kalau satu kelas sampai 50 siswa, bagaimana guru bisa mendampingi setiap anak dengan baik? Kita harus cari solusi agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak dan efektif,” ujarnya.

Tantangan Pendidikan di Jawa Barat
Kebijakan satu kelas dengan jumlah siswa yang besar memang muncul sebagai solusi sementara dalam mengatasi keterbatasan ruang dan sumber daya di sejumlah sekolah. Namun, praktik ini menimbulkan masalah serius, mulai dari turunnya kualitas interaksi guru-murid hingga menurunnya daya serap pelajaran siswa.
Atalia mengajak para pemangku kebijakan, dinas pendidikan, dan masyarakat untuk bersama-sama mencari inovasi agar ruang belajar bisa lebih kondusif. Beberapa alternatif seperti pembangunan ruang kelas tambahan, pemanfaatan teknologi pembelajaran daring, dan peningkatan kualitas guru disebut sebagai opsi yang perlu diperkuat.
Respon Pemerintah dan Harapan ke Depan
Dinas Pendidikan Jawa Barat menyatakan akan meninjau kembali kebijakan tersebut dan mempertimbangkan masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, termasuk Atalia. “Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pendidikan demi kesejahteraan siswa dan guru,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Atalia menutup pernyataannya dengan harapan besar agar setiap anak di Jawa Barat dapat belajar dengan nyaman dan mendapatkan perhatian penuh dari pendidik. “Kita harus bersama-sama memastikan pendidikan di Jawa Barat bukan hanya merata, tapi juga berkualitas,” katanya.
