Teheran, HarianJabar.com – 2 Agustus 2025 Iran tengah menghadapi musim kekeringan terparah dalam satu dekade terakhir. Sejumlah bendungan utama di negara tersebut dilaporkan mengalami penurunan permukaan air yang sangat drastis, memicu kekhawatiran akan krisis air bersih, pertanian, dan ketahanan pangan nasional.
Gambar-gambar satelit dan foto lapangan yang dirilis oleh media lokal dan internasional menunjukkan kondisi mengenaskan di beberapa bendungan besar seperti Bendungan Zayandeh dan Karaj. Permukaan air turun hingga puluhan meter, memperlihatkan dasar waduk yang retak dan mengering.

Foto-Foto yang Menggambarkan Krisis
Dalam rangkaian foto yang tersebar luas di media sosial dan kanal berita, terlihat:
- Perahu-perahu nelayan yang tergeletak di tanah kering.
- Retakan tanah selebar puluhan sentimeter.
- Sisa-sisa garis bekas air di dinding bendungan yang kini mengering.
- Warga lokal berjalan kaki menembus dasar waduk yang dulu dipenuhi air.
Dampak Meluas: Krisis Air dan Pertanian
Pemerintah Iran menyatakan bahwa curah hujan di wilayah barat dan tengah negara itu turun lebih dari 60% dibanding rata-rata tahunan. Kekeringan ini berdampak langsung pada:
- Ketersediaan air minum
- Produktivitas pertanian
- Pasokan listrik dari pembangkit tenaga air
Sejumlah kota telah mulai menerapkan pembatasan air harian, sementara petani mengeluhkan gagal panen secara massal.
Peringatan dari Ahli Lingkungan
Para ahli lingkungan menilai fenomena ini sebagai kombinasi dari perubahan iklim global dan krisis manajemen air yang sudah berlangsung lama di Iran.
“Ini bukan kekeringan biasa. Ini adalah tanda dari ketahanan lingkungan yang mulai runtuh,” ujar Dr. Farzad Hosseini, peneliti iklim dari Universitas Teheran.
