Washington D.C., HarianJabar.com— 2 Agustus 2025 Situasi geopolitik kembali memanas. Mantan Presiden AS Donald Trump, yang kini kembali menjadi tokoh sentral dalam kebijakan pertahanan AS, dilaporkan memerintahkan kapal selam nuklir untuk bergerak ke perairan strategis setelah serangkaian aksi provokatif dari militer Rusia di kawasan Eropa Timur.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari show of force atau unjuk kekuatan militer yang bertujuan mengirim sinyal tegas kepada Moskow. Sumber internal Pentagon mengonfirmasi bahwa kapal selam bertenaga nuklir kelas Ohio telah meninggalkan pangkalannya menuju lokasi yang dirahasiakan di Samudra Atlantik Utara.

Provokasi Rusia yang Memicu Eskalasi
Laporan dari intelijen Barat menyebutkan bahwa Rusia dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan patroli udara dan manuver militer di dekat wilayah negara-negara NATO seperti Polandia dan Latvia. Salah satu insiden memicu peringatan tinggi, setelah pesawat tempur Rusia dilaporkan hampir melintasi wilayah udara NATO.
Tanggapan dari pihak Trump, yang dikenal keras terhadap isu keamanan nasional, datang cepat dan langsung: pengerahan kekuatan strategis sebagai bentuk pencegahan sekaligus peringatan.
“Kami tidak akan tinggal diam saat stabilitas global terancam,” ujar Trump dalam pernyataan tertulisnya yang dirilis melalui kantor medianya.
Dampak Global dan Reaksi Dunia
Langkah Trump ini menuai reaksi beragam. Sekutu tradisional AS di Eropa menyambut baik peningkatan kesiapsiagaan, sementara sejumlah analis menyebutnya sebagai strategi berisiko tinggi yang bisa memperkeruh ketegangan global.
China dan sejumlah negara netral menyerukan deeskalasi dan dialog antarblok militer untuk mencegah konflik terbuka.
Situasi Masih Berkembang
Pentagon menolak mengomentari detail teknis pergerakan kapal selam, namun menegaskan bahwa semua langkah yang diambil masih dalam koridor hukum internasional dan protokol keamanan. Sementara itu, Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait manuver Trump tersebut.
