Majalaya, HarianJabar.com 9 Agustus 2025 — Seorang karyawan toko di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, ditangkap polisi setelah diduga mencuri enam unit sepeda listrik milik tempatnya bekerja. Aksi pencurian tersebut dilakukan secara bertahap, dengan cara yang cukup rapi dan terencana, hingga sang pemilik toko tidak segera menyadari kehilangan.
Kejadian ini terungkap setelah pemilik toko merasa curiga dengan selisih stok barang dan menelusuri rekaman CCTV serta laporan penjualan. Setelah dikonfirmasi, karyawan berinisial R (27) akhirnya mengakui perbuatannya.
Modus: Ambil Barang Saat Jam Sepi
Kapolsek Majalaya, Kompol Deni Rahman, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pelaku memanfaatkan kepercayaan dari pemilik toko serta celah keamanan saat jam-jam toko mulai sepi.
“Pelaku memindahkan unit sepeda listrik ke lokasi lain tanpa sepengetahuan pemilik, lalu menjualnya dengan harga miring secara online,” ujar Kompol Deni dalam keterangan pers.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku sudah menjual lima dari enam sepeda listrik tersebut dan menggunakan hasilnya untuk kebutuhan pribadi. Satu unit berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Polisi Jerat Pelaku dengan Pasal Pencurian
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Majalaya dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Polisi juga masih melacak pembeli sepeda listrik curian yang kini telah tersebar di luar wilayah Majalaya.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa membeli sepeda listrik dari pelaku dengan harga jauh di bawah pasaran agar segera melapor,” tambah Kompol Deni.
Pemilik Toko: Kecewa, Tapi Serahkan ke Proses Hukum
Pemilik toko yang tak ingin disebutkan namanya mengaku kecewa berat atas kejadian ini, karena pelaku sudah bekerja cukup lama dan dianggap sebagai karyawan yang bisa dipercaya.
“Saya tidak menyangka. Tapi saya serahkan semua ke pihak berwajib. Semoga jadi pelajaran untuk semua pelaku usaha,” ucapnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan internal dan pencatatan stok yang ketat, bahkan untuk usaha kecil menengah. Kepercayaan tetap penting, namun perlu dilengkapi dengan sistem kontrol yang baik.
