Bandung, HarianJabar.com — Sesar Lembang, sebuah patahan geser aktif yang membentang sepanjang sekitar 29 kilometer di wilayah utara Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian serius para ahli geologi. Keberadaan sesar ini dinilai berpotensi memicu gempa bumi signifikan yang bisa berdampak luas terhadap kawasan Bandung Raya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Indonesia dengan potensi magnitudo mencapai 6,5 hingga 7,0. Aktivitas tektonik ini diperkirakan mampu menimbulkan guncangan kuat yang berdampak pada pemukiman padat di sekitarnya.

“Patahan Lembang terbukti masih aktif dan menyimpan energi. Jika energi ini dilepaskan, bisa menimbulkan gempa yang berdampak cukup luas di Bandung Raya,” ujar seorang peneliti kebencanaan geologi dalam keterangannya.
Selain potensi gempa bumi, kerentanan wilayah Bandung Raya juga dipengaruhi oleh kondisi tanah yang sebagian besar berupa endapan aluvial. Lapisan tanah yang relatif lunak ini dapat memperkuat efek guncangan gempa.
Pemerintah daerah bersama lembaga terkait telah melakukan berbagai upaya mitigasi, seperti edukasi kesiapsiagaan bencana, pemetaan kawasan rawan, serta simulasi evakuasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan rumah dan bangunan sesuai standar konstruksi tahan gempa.
Sesar Lembang menjadi pengingat bahwa Jawa Barat berada di wilayah rawan gempa. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak jika potensi gempa benar-benar terjadi.
