Jakarta – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,1 mengguncang utara Sabah, Malaysia, pada Senin dini hari pukul 01.57 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, gempa ini tidak memicu tsunami di wilayah Indonesia, terutama Kalimantan Utara (Kaltara).
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata BMKG, dikutip dari Antara, Senin.
BMKG menyebut, episenter gempa terletak pada koordinat 6.94° LU; 116.26° BT atau tepatnya di laut sekitar 109 km timur laut Kota Kinabalu (Malaysia). Kedalamannya sekitar 628 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi dalam lempeng laut Filipina.
Sesar Geser Naik
Gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar geser naik (oblique Thrust-Fault). Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap).
BMKG melanjutkan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Nunukan dengan skala intensitas III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
Sedangkan daerah Tarakan dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
