HARIAN JABAR, BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat selama periode 5 hingga 11 Juni 2026.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui laporan prakiraan cuaca mingguan yang juga mengungkapkan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau secara bertahap, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.
“Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, potensi cuaca ekstrem belum sepenuhnya menurun,” tulis BMKG dalam laporan prakiraan cuaca pekanan.
Berdasarkan hasil analisis kondisi atmosfer, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang diperkirakan berpotensi mengalami angin kencang secara berkelanjutan dalam beberapa hari ke depan.
BMKG memprediksi potensi angin kencang akan berlangsung dalam dua periode. Fase pertama diperkirakan terjadi pada 5 hingga 7 Juni 2026, sementara fase berikutnya berlanjut pada 8 hingga 11 Juni 2026.
Fenomena ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif, termasuk keberadaan Gelombang Kelvin yang melintasi sejumlah wilayah Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas cuaca.
“Gelombang Kelvin yang aktif dan melintasi wilayah Indonesia turut mendukung terbentuknya kondisi cuaca yang dapat memicu angin kencang di sejumlah daerah,” demikian keterangan BMKG.
Seiring dengan peringatan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang dapat ditimbulkan akibat angin kencang.
Warga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan pohon tumbang, dahan patah, maupun baliho roboh yang berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon tumbang, dahan patah, dan baliho roboh akibat angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan,” tulis BMKG.
Selain itu, para pengendara kendaraan bermotor juga diingatkan agar lebih waspada saat berkendara, terutama ketika melintasi jalur yang banyak terdapat pepohonan atau area terbuka yang rentan terdampak hembusan angin kencang.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dan mengikuti imbauan dari instansi terkait guna mengurangi risiko akibat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama masa peralihan menuju musim kemarau.
“Pantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan ikuti arahan pihak berwenang untuk meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem,” pungkas BMKG.
