Nasional – Harianjabar.com, Israel resmi menetapkan status lockdown nasional pada Minggu (22/6/2025) setelah serangan balasan dari Iran menyebabkan 23 orang terluka di beberapa wilayah strategis. Serangan ini menjadi respons atas eskalasi konflik militer yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan media lokal dan internasional, rudal-rudal jarak menengah diluncurkan dari wilayah Iran menghantam beberapa titik penting di Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba. Ledakan menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak parah, termasuk sebuah stasiun kereta dan rumah sakit lapangan.
Pemerintah Israel bergerak cepat dengan mengumumkan status darurat nasional dan menutup seluruh akses masuk dan keluar dari wilayah negaranya. Sekolah-sekolah ditutup, transportasi umum dihentikan, dan warga diminta berlindung di dalam rumah atau bunker terdekat.
Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome berhasil mencegat sebagian besar proyektil, namun beberapa rudal lolos dan menimbulkan kerusakan serta korban luka. Dari 23 korban yang terluka, delapan di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Perdana Menteri Israel menyampaikan pernyataan resmi bahwa tindakan Iran merupakan agresi serius yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Ia juga menyerukan solidaritas nasional dan memperingatkan warga untuk tetap tenang, sambil memastikan bahwa seluruh kekuatan pertahanan dikerahkan untuk menjaga keamanan negara.
Sementara itu, dunia internasional mulai mengkhawatirkan potensi konflik berskala besar yang bisa melibatkan negara-negara sekutu di kawasan. PBB dan beberapa negara Eropa telah menyerukan deeskalasi dan dialog damai guna mencegah meluasnya ketegangan.
