Harianjabar.com – Jatinangor, 22 Juni 2025, Gelombang kedua Retret Kepala Daerah yang digelar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, menghadirkan nuansa berbeda. Tak hanya dari segi agenda, tapi juga dari moda transportasi yang digunakan para peserta: kereta cepat Whoosh resmi menjadi transportasi utama dalam kegiatan ini.
Pemilihan Whoosh sebagai transportasi resmi bukan tanpa alasan. Selain mendukung efisiensi waktu tempuh dari Jakarta ke Bandung yang kini hanya sekitar 45 menit, penggunaan kereta cepat ini juga dinilai mencerminkan semangat pemerintah dalam memanfaatkan infrastruktur modern yang ramah lingkungan dan cepat.
“Retret kepala daerah ini bukan hanya tentang refleksi kepemimpinan, tapi juga bentuk edukasi dan pengalaman langsung atas kemajuan teknologi transportasi nasional,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, saat membuka sesi retret di Kampus IPDN Jatinangor.
Para kepala daerah dari seluruh Indonesia mengaku antusias dan terkesan dengan pengalaman menggunakan Whoosh. Beberapa menyebut perjalanan menjadi lebih menyenangkan, nyaman, dan tentu saja efisien — sangat cocok untuk agenda pemerintahan yang padat.
“Naik Whoosh jadi simbol bahwa pemimpin daerah juga harus siap bergerak cepat, efisien, dan adaptif terhadap perubahan,” tambah Bima.
Retret kepala daerah di IPDN sendiri digelar sebagai bagian dari pembinaan kepemimpinan nasional, memperkuat integritas, serta membangun sinergi antara pusat dan daerah. Kehadiran moda transportasi mutakhir seperti Whoosh dalam kegiatan ini menjadi pesan tersirat bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya proyek fisik, tapi juga instrumen pendidikan kepemimpinan.
