Sukabumi, HarianJabar – Ratusan warga memadati kawasan Pemandian Air Panas Cikundul, Kota Sukabumi, untuk menyaksikan rangkaian acara Festival Budaya Cikundul 2025 yang digelar selama tiga hari, 21–23 Juni 2025.
Acara ini menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sukabumi dalam rangka mempromosikan potensi wisata budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM dan seni tradisional.
Festival dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni seperti jaipongan, pencak silat, seni calung, angklung, serta kirab budaya, yang melibatkan pelajar dan sanggar seni dari berbagai kecamatan.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga bentuk nyata pelestarian budaya daerah. Kami ingin generasi muda mengenal dan mencintai warisan budaya Sukabumi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Sukabumi, Yani Kurniawan.
Tak hanya pertunjukan, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM dengan lebih dari 60 pelaku usaha lokal yang menjual produk khas Sukabumi, mulai dari kerajinan bambu, batik, hingga aneka kuliner tradisional seperti mochi dan peuyeum.
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, yang hadir membuka acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Festival ini adalah salah satu bentuk upaya kita memadukan budaya dan ekonomi kreatif demi kesejahteraan warga,” ucapnya.
Pengunjung juga disuguhkan dengan lomba permainan tradisional, workshop seni tari, dan pameran foto sejarah Cikundul, menjadikan festival ini sebagai ajang edukatif sekaligus rekreatif bagi semua kalangan.
Masyarakat berharap kegiatan semacam ini dapat digelar lebih sering sebagai daya tarik wisata baru yang berbasis budaya lokal dan kearifan masyarakat setempat.
