HARIANJABAR.COM – Forum Komunikasi SMP Swasta (FKSS) Jawa Barat menyuarakan penolakan atas rencana penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri. Penolakan ini disampaikan secara resmi melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto, sebagai bentuk kegelisahan kolektif para pengelola sekolah swasta di Jawa Barat.
FKSS menilai bahwa kebijakan tersebut, jika diterapkan, akan mempersempit peluang sekolah swasta dalam menjaring peserta didik. Mereka khawatir penambahan rombel di sekolah negeri akan menyebabkan jumlah siswa di sekolah swasta terus menyusut, bahkan terancam gulung tikar.
“Kebijakan yang Tidak Berpihak pada Sekolah Swasta”
Dalam surat terbuka tersebut, FKSS menyampaikan bahwa kebijakan penambahan rombel seharusnya ditinjau ulang dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan swasta yang selama ini juga berkontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa.
“Jika sekolah negeri terus diberi kuota lebih besar, maka keberadaan sekolah swasta akan semakin terpinggirkan,” tulis FKSS dalam suratnya.
Mereka juga meminta agar Prabowo, sebagai Presiden terpilih, membuka ruang dialog bersama pelaku pendidikan swasta sebelum membuat keputusan besar yang menyangkut nasib lembaga pendidikan non-negeri.
Sekolah Swasta: Pilar Pendidikan yang Terabaikan?
FKSS menekankan bahwa sekolah swasta selama ini mengambil peran penting dalam menyerap siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Namun sayangnya, dukungan dari pemerintah dinilai minim. Bahkan kebijakan penambahan rombel ini dianggap sebagai bentuk “pemangkasan tidak langsung” terhadap eksistensi sekolah swasta.
“Kami bukan anti persaingan, tapi kami butuh keadilan dan kebijakan yang setara,” ujar salah satu pengurus FKSS Jabar.
Harapan ke Prabowo
FKSS berharap Prabowo Subianto, yang segera dilantik sebagai Presiden RI, dapat mengedepankan keadilan pendidikan, di mana sekolah negeri dan swasta bisa tumbuh berdampingan, bukan saling menggeser.
“Kami percaya Bapak Prabowo akan membawa perubahan yang adil dan mendengar suara kami,” tulis FKSS menutup surat terbuka tersebut.
Ikuti perkembangan isu pendidikan Jawa Barat hanya di www.harianjabar.com
